Selasa, 21 Agustus 2018

Melalui Rapat Paripurna, Ketua DPRD Kota Serang Diberhentikan

SERANG, (KB).- Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Serang menyepakati pemberhentian Subadri Usuludin sebagai Ketua DPRD Kota Serang melalui rapat yang digelar di Gedung DPRD Kota Serang, Kamis (9/11/2017). Menindaklanjuti hasil rapat banmus tersebut, DPRD Kota Serang langsung menggelar rapat paripurna pemberhentian Ketua DPRD Kota Serang.

Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi mengatakan, Subadri telah menyerahkan nasibnya sebagai ketua DPRD Kota Serang kepada banmus. Rapat yang dihadiri 21 anggota banmus tersebut, tidak menimbulkan perdebatan panjang, sehingga dapat diambil keputusan. “Ketua (Subadri) sangat legowo. Dia mengembalikan sepenuhnya kepada banmus untuk yang terbaik kepada lembaga (DPRD). Tidak ada perdebatan secara prinsip, artinya beliau menerima,” ujar Budi saat ditemui sesuai rapat paripurna.

Budi menuturkan, pemberhentian Subadri sebagai ketua DPRD Kota Serang merupakan konsekuensi ikhtiar politiknya yang ingin maju sebagai calon wali kota pada Pilkada Kota Serang 2018. “Dia diangkat ketua DPRD oleh Partai Golkar, itu internal mereka (rekomendasi pemberhentian). Kami sebagai anggota dewan, normatif. Artinya, ketika ada pengajuan dari DPD-nya, kami laksanakan,” katanya.

Pemberhentian Subadri, kata dia, merupakan keharusan karena sudah diatur dalam tata tertib di DPRD Kota Serang. Oleh karena itu, apabila proses pemberhentian Subadri tidak dilakukan, maka akan menimbulkan masalah bagi lembaga.  “Jangan sampai lembaga ini tidak murni. Saya bersahabat dengan dia (Subadri). Ketika ada aturan kan beda, kami hanya melaksanakan yang ada. Pergantian alat kelengkapan itu dasarnya dari partai politik,” ucapnya.

Budi menegaskan, pemberhentian Subadri tersebut hanya sebagai Ketua DPRD Kota Serang, bukan sebagai anggota DPRD Kota Serang. Oleh karena itu, Subadri masih menjabat sebagai anggota legislatif.
“Diberhentikan dari ketua, dari anggota belum,” ucapnya.

Sekretaris DPRD Kota Serang, Komarudin mengatakan, pemberhentian Subadri dan pergantian calon Ketua DPRD Kota Serang telah diatur di dalam Pasal 52, 53, 54 dan 55 tatib DPRD Kota Serang. Dia menampik posisi Ketua DPRD Kota Serang tidak bisa diganti, meskipun yang bersangkutan tidak mengundurkan diri dan meninggal dunia.  “Sudah diatur, tadi yang dibacakan oleh Pak Bambang (Wakil Ketua DPRD Kota Serang) tatibnya,” katanya.

Hasil rapat paripurna tersebut, kata dia, akan ditembuskan kepada Gubernur Banten Wahidin Halim melalui Wali Kota Serang, Tubagus Haerul Jaman. Umumnya, surat keputusan gubernur tentang peresmian pergantian pimpinan diterima Sekretariat DPRD Kota Serang dalam waktu 30 hari.  “Umumnya 30 hari kerja, kalau kaitannya dengan perda (peraturan daerah) 15 hari. Hari ini atau mungkin besok (dilayangkan surat ke wali kota). Pokoknya secepatnya,” tuturnya.

Mengaku legowo

Sementara itu, Subadri menilai adanya ketidaklaziman terkait pemberhentiannya. Menurutnya, pemberhentian tersebut terlalu cepat. Jika biasanya proses pemberhentian berlangsung sekitar dua pekan setelah keputusan banmus, maka paripurna pemberhentiannya merupakan yang paling tersingkat. “Selama saya jadi ketua DPRD, mengurusi PAW (pergantian antar waktu) paling cepat dua minggu. Teman-teman (wartawan) lebih paham kalau melihat kejadian hari ini. Kalau ini janggal silakan publik yang menilai, bagus tidaknya hari ini diparipurnakan,” katanya.

Dengan pemberhentian tersebut, Subadri yang biasa disapa Badri mengaku ikhlas dan tidak akan mengambil langkah hukum. Dia lebih memilih menghormati keputusan banmus yang telah mengambil sikap mencopotnya sebagai Ketua DPRD Kota Serang. “Tidak ada istilah Haji Badri tidak legowo, apapupn niatan Partai Golkar Haji Badri sangat ikhlas,” ucapnya.

Setelah rapat paripurna pemberhentiannya, Badri mengucapkan rasa terima kasih kepada Partai Golkar yang telah memberikan kesempatan kepadanya sehingga dapat mengabdi kepada masyarakat. Dia juga akan mengembalikan semua fasilitasnya sebagai Ketua DPRD Kota Serang. “Terkait fasilitas secepatnya akan saya kembalikan apa pun itu,” tuturnya. (FI)***


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *