Sabtu, 17 November 2018

Melalui Program Upsus, Petani Raup Keuntungan Besar

PROGRAM Padi Jagung Kedelai (Pajale) dari pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distambun), ternyata kini sudah bisa menjadi penghasilan tambahan bagi para petani di Lebak, seperti yang dirasakan oleh para petani di Kecamatan Muncang. Di Kecamatan Muncang sendiri, terdapat 928 hektar yang di tanami jagung di 12 desa, dan yang terbanyak yaitu di desa Girijagabaya yakni seluas 118 hektar. Untuk panen rata-rata menghasilkan 2,5 sampai 3 ton per hektar.

“Panennya bertahap, hampir setiap hari ada saja petani yang menjual hasil panennya. Apalagi jagung yang ditanam di areal pesawahan, panennya mencapai 4 ton per hektarnya,” kata Ade Fatoni, Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pertanian Kecamatan Muncang kepada Kabar Banten, Senin (15/172018). Menurut Ade, para petani di Kecamatan Muncang memanfaatkan dengan baik bantuan bibit jagung dari program Pajale tahun 2017.

Bahkan, kata Ade, saat ini para petani sangat antusias ingin menanam jagung, padahal awalnya enggan untuk menanamnya. ”Memang kami sangat memaklumi kekhawatiran dari para petani yakni masalah pemasaran. Namun, dengan berbagai upaya, kita mencari perusahaan-perusahaan yang bisa menampung hasil produksi dengan jumlah banyak. Akhirnya kita menemukan beberapa perusahaan tersebut, seperti perusahaan pakan ayam di Tangerang dan Bogor,” ujar Ade.

Kini, sambung Ade, bisa dilihat sendiri para petani tidak kesulitan lagi dalam hal pemasaran. ”Dengan jumlah jagung sedikitpun kita tampung. Kita beli dari petani sebesar Rp. 1.500 per kilogramnya. Adapun jenis jagung yang ditanam petani di Muncang yakni jenis varietas bisi 2, NK 212 dan pioner. Alhamdulillah kini para petani memiliki penghasilan tambahan dengan bertanam jagung,” tuturnya.

Sementara itu, Syahroni salah seorang petani warga Kecamatan Muncang mengaku, kalau dirinya sekali panen jagung bisa menghasilkan Rp. 2 juta. ”Lahan saya yang ditanami jagung hanya seluas 2 hektar dan mampu menghasilkan 4 ton jagung. Alhamdulillah dari mulai tanam hingga panen selama 3 bulan 10 hari, modal bisa kembali dan mendapat untung Rp. 2 juta lebih,” ujarnya.(Lugay/Job)***


Sekilas Info

Bantuan Non Tunai, Bukti Kepedulian pada Lansia dan Disabilitas

SEJAK beberapa tahun belakangan ini, pemerintah meluncurkan berbagai program untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *