Melalui Ikhtibar Juz 30 Tahfidzul Quran, LDII Siapkan Generasi Qurani

SERANG, (KB).- Pihak Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banten terus menggelorakan gerakan cinta Alquran. Salah satunya melalui kegiatan ikhtibar ke-1 juz 30 tahfidzul quran yang digelar di Masjid Nurul Hidayah, Pakupatan, Kota Serang, Ahad (10/9/2017). Kegiatan yang diikuti 44 peserta dari empat kabupaten/kota se-Banten tersebut bertujuan untuk mencetak generasi qurani, yakni generasi yang mencintai Alquran, mempelajari, menghafal, memahani isinya, dan melaksanakan ajaran yang terkandung di dalamnya.

“Ikhtibar ke-1 juz 30 tahfidzul quran ini merupakan sebuah kegiatan pengujian atau pengetesan bagi para santri yang telah mencapai target hafalan. Ikhtibar ini bertujuan untuk mengevaluasi serta memonitoring sudah sejauh mana tingkat pencapaian siswa didik halaqoh tahfidzul quran yang berada di bawah binaan DPD LDII,” kata Ketua DPD LDII Kabupaten Serang, H Kabid Bagaskara kepada Kabar Banten, Kamis (14/9/2017).

Ia mengatakan, LDII Banten berkomitmen kuat mewujudkan generasi penerus (generus) yang memiliki pemahaman agama yang kuat, memiliki akhlakul karimah atau budi pekerti yang luhur, serta mandiri. Salah satu kiat mencapai hal tersebut dengan membentuk Penggerak Pembina Generus (PPG). Sementara itu, salah satu program utama PPG di bidang keilmuan atau mencetak generasi yang memiliki pemahaman agama yang kuat, dengan cara melahirkan generasi yang mencintai Alquran. Mereka menghafalkan Alquran dan meneladani seluruh isi ajaran Alquran.

“Alim adalah orang yang menguasai ilmu dan terlihat dari dia berlisan. Faqih adalah orang yang benar-benar memahami ilmu itu sampai mendalam atau dalam istilah jawanya sampek mbalung sumsum benar-benar melekat dalam dirinya. Berakhlakul kharimah, yaitu bercermin seperti dalam Alquran, karena cerminan sikap, perilaku, dan cara berpikir baik orang beriman itu bersumber pada Alquran,” tuturnya saat memberi nasihat kepada peserta halaqoh tersebut. Ia menambahkan, ada nilai-nilai penting yang didapat dari menghafal Alquran, seperti spiritual, emosional, dan intelektual. “Nilai emosional yang dimiliki para penghafal Alquran, yakni memiliki sikap sabar, sehingga meningkatkan rasa tawakal pada Allah,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk lebih menghidupkan kegiatan menghafal Alquran, dia menyarankan, PC dan PAC LDII se-Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak menggelar lomba menghafalkan Alquran. Agar para santri bersemangat dan juga memberi contoh kepada para generus yang lain. Dalam perlombaan tersebut mereka bisa berbagi pengalaman dan cerita masing-masing. Sehingga, LDII turut andil di negara tercinta ini dalam membentuk generasi qurani profesional religius.

Pada saat penutupan, Pembina Halaqoh Tahfidz Serang, KH Achmad Basyarie berpesan, dengan berakhirnya ikhtibar tersebut bukan berarti berakhir sudah program pembinaan, melainkan ini adalah sebuah permulaan.  Diharapkan para peserta dapat terus menjaga dan menambah hafalan yang sudah mereka miliki serta dapat menjadi contoh pemimpin yang memiliki jiwa dan berkarakter Alquran.
Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Ketua DPD LDII Kota Serang, DPD LDII Kabupaten Serang, DPD LDII Kabupaten Pandeglang, dan DPD LDII Kabupaten Lebak. Mereka didampingi Ketua PPG Serang di tengah-tengah santri tahfidz untuk memberikan motivasi diri sukses generus bagi peserta tahfidz. (Denis/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here