Mekanisme Sosialisasi Kotak Kosong Belum Dibuat

SERANG, (KB).- Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Pramono Ubaid Tanthowi mengakui, pihaknya belum mengatur secara detail mekanisme sosialisasi untuk memilih kolom kosong atau kotak kosong dalam Pilkada bercalon tunggal. Aturan saat ini hanya berupa Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang membolehkan publik menyosialisasikan sekaligus mengajak masyarakat memilih kotak kosong.

“Nanti teknisnya bisa kita atur berikutnya,” katanya kepada wartawan seusai memantau pencocokan dan penelitian (coklit) di Kampung Kecacang, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kamis (1/2/2018). KPU RI berencana membuat aturan secara detail mekanisme sosialisasi kotak kosong setelah penetapan calon Pilkada, yakni 12 Februari 2018. “Setelah 12 Februari 2018 nanti keliatan mana yang calon tunggal mana yang enggak,” katanya.

Mantan Ketua Bawaslu Banten ini memastikan gerakan sosialisasi maupun mengajak publik untuk memilih kotak kosong dapat dilakukan. “Ini aturan (yang memperbolehkan sosialisasi kotak kosong) baru ada di Pilkada 2018, 2017 belum ada,” ujarnya. Meski demikian, relawan atau masyarakat yang menyosialisasikan kotak kosong tidak dibiayai oleh KPU. Karena sifatnya hanya sosialisasi, bukan kampanye. Menurutnya, kampanye merupakan istilah yang berlaku bagi peserta Pilkada.

Terkait tiga Pilkada kabupaten/kota di Banten yang berpeluang calon tunggal, pria yang juga kelahiran Semarang, 17 Januari 1975 ini menuturkan, hal tersebut menjadi kewenangan partai politik yang mempunyai kepentingan pencalonan. Sementara KPU hanya memastikan calon yang mendaftar sesuai dengan ketentuan. Diketahui, berdasarkan data yang dihimpun wartawan, tiga Pilkada kabupaten/kota se-Provinsi Banten berpeluang mempertontonkan duel antara petahana melawan kotak kosong. Kondisi itu terjadi karena Pilkada di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak itu hanya menghadirkan satu pasangan bakal calon atau bakal calon tunggal.

Data yang dihimpun wartawan, tiga bakal calon tunggal di kabupaten/kota adalah calon kepala daerah petahana. Misalnya, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi yang berhasil memborong dukungan 11 partai, yakni Demokrat, PDIP, Golkar, PAN, PKB, PBB, PKS, Hanura, Nasdem, PPP, dan Gerindra. Bergeser ke Kota Tangerang, di sana ada Arief R. Wismansyah dan Sachrudin yang juga menjadi calon tunggal dengan dukungan 10 partai koalisi, yaitu Golkar, Demokrat, PDIP, PKB, Hanura, PPP, Gerindra, PKS, PAN, dan Nasdem.

Kondisi serupa juga terjadi di Pilkada Kabupaten Tangerang. Di kabupaten ini ada pasangan Ahmad Zaki Iskandar dan Mad Romly yang menjadi calon tunggal. Duet Ahmad Zaki Iskandar dan Mad Romly juga berhasil meraup dukungan 12 parpol, yaitu PDIP, Golkar, Nasdem, Demokrat, Hanura, PKS, PPP, PKB, Gerindra, PKPI, PAN, dan PBB. (SN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here