Mediasi PKL dan Pemkot Serang Buntu

SERANG, (KB).- Mediasi antara eks pedagang kaki lima (PKL) Stadion Maulana Yusuf dengan Dinas Perdagangan Industri Koperasi (Disperdaginkop) dan UKM Kota Serang di Ruang Aspirasi DPRD Kota Serang, Ahad (10/2/2019) tak mencapai titik temu.

Para PKL minta dibolehkan lagi berjualan di kawasan stadion, sementara Disperindagkop bergeming terhadap keputusan merelokasi PKL ke eks Pasar Kepandean. Hadir dalam mediasi tersebut, Ketua DPRD Kota Serang Namin, Kepala Disperdaginkop Kota Serang Ahmad Benbela, dan para PKL.

Seorang pedagang Sentot mengatakan, para PKL minta kebijaksanaan pemkot, agar diberi kesempatan berjualan lagi di stadion. Selain karena belum siapnya penataan Kepandean, para pedagang juga enggan dipindah ke Kepandean, karena sepi pengunjung.

“Kami ini mencoba minta kebijaksanaan dari pemerintah, agar bisa kembali berjualan di stadion,” katanya.

Menurut dia, para PKL menganggur cukup lama sejak ditertibkan dari kawasan stadion. “Mereka itu tidak tertarik (di Kepandean), karena tidak bisa menunggu lama dan adaptasi. Pedagang itu kan hari itu jualan hari itu dipakai makan,” ujarnya.

Menurut dia, para PKL siap ditata rapi dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain di kawasan Stadion Maulana Yusuf.

Ketua DPRD Kota Serang Namin menuturkan, dalam melakukan relokasi, seharusnya pemkot terlebih dahulu menyelesaikan penataan. Bahkan, ucap dia, pemkot harus berpikir bagaimana caranya mendatangkan pengunjung, misalkan dengan menyelenggarakan event-event. Sehingga, saat PKL direlokasi, pengunjung sudah ramai dan tidak ada penolakan.

“Penataan belum dilakukan, tapi penertiban lebih cepat. Setelah selesai penataan saja kami harus sampaikan (pembinaan) kepada pedagang,” tuturnya.

Ia memberikan waktu kepada kadisperdag untuk melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempertimbangkan keinginan para PKL tersebut.

“Mereka melakukan penertiban dengan menyampaikan tagline ‘Aje Kendor’, kerja sekarang harus serba cepat, serba kerja keras. Yang kami sayangkan pedagang terhenti aktivitasnya,” katanya.

Ia meyakini, pemkot akan mempertimbangkan permintaan para PKL selama proses penataan di tempat relokasi.

“Harapannya kepada Pemkot Serang baiknya memberikan kesempatan terlebih dahlu selama eks Terminal Kepandean dalam penataan. Bagaimana juga ini urusan usaha dan kasihan kalau mereka tidak ada kegiatan,” ujarnya.

Kepala Disperdaginkop dan UKM Kota Serang Ahmad Banbela menuturkan, PKL harus mau diatur oleh pemerintah, karena kebijakan yang dilakukan pemkot untuk jangka panjang.

“Kalau minta bertahan, namanya juga permintaan. Yang jelas sekarang sudah clear enggak boleh. Belum ada kebijakan baru. Kalau sebelum ada kebijakan baru, laksanakan dulu yang lama. Ini saja belum berjalan masa sudah minta lagi,” ucapnya.

Ia akan berkoordinasi dengan OPD terkait sebagaimana yang diminta ketua DPRD. Namun, kebijakan relokasi akan tetap dilaksanakan. “Tetap akan koordinasi. Cuma sekarang jalani dulu, jalan juga belum,” tuturnya. (Masykur)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here