Mediasi Gugatan Karangsari Buntu

PANDEGLANG, (KB).- Upaya mediasi sengketa lahan jilid II (dua) Karangsari Carita yang terletak di depan kawasan seluas 10,990 M2 yang digelar Polres Pandeglang mengalami kebuntuan. Dua pihak penggugat Karangsari jilid dua itu, yakni Unus dari Cibenda dan Oenus dari Carita terjadi saling klaim. Seperti diketahui, untuk sengketa lahan Karangsari pertama seluas 16.000 M2 terletak di dalam kawasan Karangsari dikabarkan telah dimenangkan oleh ahli waris Eka Budiman. Karena upaya peninjauan kembali atau PK Pemkab ditolak oleh Mahkamah Agung.

Menanggapi gugatan baru lahan Karangsari yang terletak di depan kawasan wisata, Pj Sekda Pandeglang Ferry Hasanudin menyerahkan sepenuhnya ke jalur hukum dan siap menghadapi gugatan dari para penggugat. Bahkan Pemkab Pandeglang dalam mediasi pada Rabu (23/8/2017) di Polres, mengklaim bahwa sejak tahun 2015, Pengadilan Negeri Pandeglang telah menetapkan bahwa lahan tersebut merupakan milik Pemkab Pandeglang. “Saya terbuka saja atas tuntutan ahli waris jika disertai dengan alasan kuat. Perkaranya kan mereka beberapa pihak yang saling mengklaim. Silakan untuk menggugat, kalau punya argumen. Pada dasarnya kan kami tidak alergi kalau ada alasan kuat,” kata Ferry.

Menurut dia, pemerintah siap menghadapi gugatan, dan silakan untuk membeberkan data yang akurat melalui gugatan. Karena, kata dia, Pemkab telah memiliki bukti kuat berupa putusan pengadilan. Untuk itu, Pemkab akan menunggu proses hukum yang akan diajukan para penggugat atau ahli waris yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut. Sementara itu, Doni Mardoni kuasa hukum dari waris lahan Karangsari , yakni pihak Unus bin Saripan Cibenda mengaku pihaknya memiliki bukti kuat kepemilikan lahan tersebut berupa amar putusan di Pengadilan Tinggi Banten. Dirinya tetap keukeuh bahwa sesuai dengan niat pengesahan dari ahli waris berupa sebidang tanah yang diakui undang-undang dan hak waris setinggi-tingginya. (H-50)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here