Media Sosial Mengubah Dunia Remaja

Oleh: Halimah Tusa’diah

Saat ini seluruh kalangan masyarakat sudah mengetahui keberadaan media sosial dikehidupan sehari-hari. Dengan adanya media sosial kini masyarakat dimudahkan untuk berinteraksi dan menerima atau memberi suatu informasi. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial-Jakarta,Kominfo.

Lalu apa sih media sosial itu? Secara umum, pengertian media sosial adalah media online yang mendukung adanya interaksi sosial. Sosial media atau media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah suatu komunikasi ke dalam dialog interaktif. Beberapa contoh-contoh situs media sosial yang sangat populer saat ini adalah Facebook, Twitter, Blog dan Wikipedia.

Bukan hal yang asing lagi ketika kita mendengar kata media sosial. Berbagai fitur dalam media sosial dan juga menjamurnya berbagai macam-macam media sosial saat ini, tak dapat dipungkiri bahwa media sosial memberikan dampak bagi seluruh kehidupan masyarakat, hingga setiap individu-individu khususnya bagi para remaja. Demikian terjadi, diakibatkan siklus partisipasi masyarakat ataupun individu semakin berakselerasi dengan pertumbuhan pengguna yang semakin tinggi.

Apa sih yang menjadikan media sosial dapat mengubah dunia remaja? Mungkin hal yang sangat signifikan dari pengubahan dunia remaja itu sendiri ialah dari dampak positif dan negatifnya. Sehingga media sosial saat ini sangat erat sekali dengan dunia dikalangan remaja. Maka dari itu mari kita simak dampak postif dan dampak negatif dari media sosial bagi para remaja sehingga kita mengetahui apa sih dampak media sosial tersebut.

Di antara dampak positif sosial media adalah sebagai berikut:

Memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs media sosial ini remaja menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia. Meskipun sebagian besar diantaranya tidak pernah mereka temui secara langsung.

Remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.

Memudahkan dalam memperoleh informasi. Remaja menjadi mudah untuk memperoleh informasi yang ada di internet karena adanya blog ataupun website. Selain itu sosial media juga bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.

Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan empati. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka berulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.

Memudahkan remaja untuk sharing atau berbagi. Dengan adanya blog, remaja mudah berbagi mengenai pengalaman hidupnya dan berbagai hal lainnya yaitu dengan mempostingnya ke blog.

Bisa di jadikan tempat iklan bagi remaja yang melakukan usaha online. Saat ini sosial media telah memberikan layanan iklan. Seperti blogger, facebook, twitter dan lainnya bisa menempatkan iklan di situs tersebut.

Berikut ini adalah dampak negatif sosial media terhadap remaja:

Remaja menjadi kecanduan untuk menggunakan jejaring sosial tanpa tahu waktu. Kebanyakan apabila seorang remaja menggunakan jejaring sosial, mereka bisa saja berjam-jam untuk menggunakannya.

Remaja menjadi malas berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika remaja tersebut terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya.

Situs jejaring sosial akan membuat remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan menjadi kurang berempati di dunia nyata.

Menjadikan seorang remaja menjadi malas belajar karena sering menggunakan jejaring sosial untuk bermain game yang ada di situs tersebut. Facebook menyediakan layanan game yang membuat remaja menjadi kecanduan game.

Menyebabkan kurangnya sopan santun remaja saat ini. Dengan adanya media sosial, semakin banyak para remaja yang menggunakan bahasa yang tidak sepantasnya. Dan bagi remaja yang masih polos, tentu akan menganggap bahwa bahasa tersebut adalah bahasa modern anak zaman sekarang.

Bagi remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata.

Dari pemparan dampak dari media sosial itu sendiri bagi para remaja sanggat memberikan edukasi yang tinggi bagaimana kita menggunakan media sosial secara baik dan benar. Ada hal positif dan negatif didalam penggunaan media sosial tersebut yang sangat jelas dapat mempengaruhi para remaja dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Menurut saya dampak positif dan negatif sosial media di ini tidak akan terjadi apabila remaja itu pandai memanfaatkan sosial media tersebut dengan baik dan benar. Selain remaja itu sendiri yang bisa mengaturnya namun lingkungan juga bisa menjadi faktor penting mendorong remaja dan dampak yang didapatkan. (Penulis adalah Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here