Media Massa Diminta Gunakan Bahasa Indonesia Baik dan Benar

Kepala Kantor Bahasa Banten M Luthfi Baihaqi (kiri) bersama Kepala Dinas Komunikasi Informasi Anas Dwi Satya Prasada (kanan), memberikan materi penyuluhan bahasa Indonesia bagi pelaku media massa, di Gedung Catur, Sabtu (14/9/2019).*

Media massa diminta untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta mampu mengidentifikasi kesalahan bahasa sesuai kaidah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Bahasa Banten M. Luthfi Baihaqi, usai memberikan materi “Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Pelaku Media Massa”, di Gedung Catur, Sabtu (14/9/2019).

“Media massa dapat mempengaruhi masyarakat melalui pemberitaannya. Pengaruh tersebut di semua kalangan, termasuk di lingkup pendidikan. Kami harap pelaku media massa menuliskan berita yang baik dan benar,” kata Luthfi kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, generasi milenial sudah terbiasa dengan media jaringan (daring) atau online, sehingga pihaknya pun harus bisa untuk memublikasikan secara daring. Dia mengatakan, Badan Bahasa secara nasional selalu memublikasikan melalui media daring dengan istilah-istilah baru.

“Kami lebih mengangkat istilah-istilah bahasa lokal yang akan dimasukkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) atau mempermasyarakatkan bahasa daerah tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo) Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasada mengatakan, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar masih kurang. Dengan adanya penyuluhan, diharapkan media bisa menggunakan bahasa yang baik dan benar.

“Diharapkan dapat menyampaikan bahasa-bahasa yang segar di masyarakat. Tantangan bagi media massa dapat memberikan berita yang menarik dengan menggunakan bahasa baik dan benar,” katanya. (Denis Asria/Yadi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here