Mayoritas Tempat Ibadah Siap Jalankan Protokol Kesehatan Covid-19: Hari Ini, Shalat Jumat Sudah Bisa Digelar

TANGERANG, (KB).- Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengeluarkan Surat Edaran terkait pembukaan kembali tempat ibadah di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga di Kota Tangerang.

Surat Edaran dengan nomor 451/1435-Bag.Kesra/2020 mengatur empat ketentuan apabila rumah ibadah dibuka kembali di masa pandemi Covid-19.

Pertama, kesanggupan dari pengurus rumah ibadah. Kesanggupan tersebut ditandai dengan pengajuan permohonan surat keterangan ke kecamatan setempat. Pengelola rumah ibadah mengajukan permohonan surat keterangan kepada camat bahwa kawasan/lingkungan rumah ibadahnya dapat melaksanakan kegiatan keagamaan dengan menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang ketat.

Kedua, surat permohonan tersebut harus disertai dengan surat pernyataan dari pengurus rumah ibadah untuk menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang ketat, disertai dokumentasi foto dan KTP pengurus.

Ketiga, setelah dua surat tersebut dibuat dan diajukan, camat kemudian akan berkoordinasi dengan lurah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan puskesmas. Untuk masjid khususnya ditambah dengan koordinasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan untuk menerbitkan surat keterangan rumah ibadah yang dimaksud beroperasi dengan protokol kesehatan.

Keempat, surat keterangan tersebut diberikan tembusan ke Wali Kota Tangerang sebagai Ketua Gugus Tugas Siaga Covid-19 di tingkat kota.

Terkait hal itu Arief kembali meninjau kesiapan sejumlah tempat ibadah dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19 di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Tangerang, Kamis (4/6/2020).

Tinjauan dilakukan di beberapa tempat ibadah yang berada di wilayah Kecamatan Periuk bersama dengan Kapolres Metro Tangerang Kota Sugeng Heriyanto dan Dandim 0506/Tgr Wisnu Kurniawan.

“Di masjid ini sudah bagus kesiapannya, mulai dari jarak antar jamaah dan kebersihan masjidnya,” ungkap Wali Kota saat meninjau Masjid Jami Al Jihad yang berada di Perum Periuk Damai RW. 08 Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk.

Tinjauan bersama yang dilakukan jajaran tiga pilar Kota Tangerang bertujuan untuk memastikan kesiapan dari tiap – tiap tempat ibadah dalam memberikan keamanan bagi umat beragama dalam menjalankan peribadatan.

“Makanya kita cek semua, mulai dari masjid, gereja dan juga vihara. Karena di Kota Tangerang ada banyak agama, begitupun tempat ibadahnya,” jelas Arief.

Arief mengapresiasi kesadaran dan kesiapan dari berbagai pengelola tempat ibadah untuk menjaga agar umatnya bisa tetap beribadah di tengah pandemi Covid-19.

“Kelonggaran dibukanya tempat ibadah sudah disambut baik dengan siapnya protkol kesehatan di tempat – tempat ibadah,” paparnya.

Selain Masjid Jami Al Jihad, Tiga Pilar Kota Tangerang juga meninjau sarana peribadatan lain di wilayah Kecamatan Periuk seperi Vihara Punna Sampada dan Gereja Pantekosta.

“Harapannya kesiapan ini bisa diikuti pula oleh seluruh tempat ibadah di Kota Tangerang,” ungkap Arief.

Ditempat terpisah, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin juga memantau kesiapan rumah ibadah di Kecamatan Karang Tengah dan Pinang seperti masjid agung Al-ikhlas, Masjid Al-Jannah, Masjid At-Taqwa dan pondok pesantren Daarusshulton.

“Kesiapannya sudah cukup baik, jangan lupa protokol kebersihan keluar masuk rumah ibadah harus disiapkan dengan seksama agar semua umat yang akan beribadah bisa merasa nyaman dan aman,” ucap Sachrudin saat memantau masjid agung Al-ikhlas Karang tengah.

Adapun PSBB di Kota Tangerang sendiri sudah mengalami perpanjangan hingga tahap ketiga. Perpanjangan tersebut direncanakan akan berlangsung hingga 14 Juni mendatang. Untuk informasi terbaru kasus Covid-19 di Kota Tangerang menyentuh angka 367 kasus.

Dilansir dari covid19.tangerangkota.go.id, Kamis (04/6/2020) terdapat peningkatan kasus sembuh yang kemarin sebanyak 201 kini bertambah menjadi 203 kasus. Untuk kasus kematian akibat Covid-19 sendiri tercatat sebanyak 28 kasus, dan 136 kasus dinyatakan masih dalam perawatan.

Sementara itu di Kabupaten Tangerang, masjid di wilayah tersebut sudah diperbolehkan menggelar salat Jumat. Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, simulasi penggunaan sarana ibadah seperti masjid untuk dijadikan sholat berjamaah sudah diberikan tata cara protokol kesehatan Covid-19 di tempat sarana ibadah.

“Ketika simulasi sholat berjamaah di Masjid Agung Al Amjad, kita sudah libatkan Dewaan Kemakmuran Masjid DKM, Dewan Masjid Indonesia DMI serta Majlis Ulama Indonesia, bagaimana protokol Kesehatan dilakukan,” terang Zaki.

Selain itu, pengurus Masjid juga harus bisa mengadakan Hand sanitizer dan sabun tangan di tangan di ruang wudu dan jaga jarak.

“Selain harus membawa sejarah sendiri dari rumah, pengurus masjid juga harus bisa menyampaikan informasi ke masyarakat kalau selama solat Jumat berjamaah ini, ada sosial distance dan physical distance dalam solat berjamaah ini, seperti dengan jaga jarak,” terangnya.

Meski sudah bisa beroperasi untuk solat Jumat, warga juga harus bijak dalam menyikapi pengoperasian sarana ibadah ini dengan sama-sama menjaga protokol kesehatan.

“Kita terus ingatkan untuk jaga jarak bagi warga yang ikut salat berjamaah ini, sehingga tidak melahirkan klaster baru dalam penyebaran pandemi Corona ini,” paparnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here