Mayat Dalam Karung, Pembunuhan Diduga Perebutan Kapal

Kapolres Pandeglang Indra Lutrianto Amstono saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus pembunuhan mayat dalam karung di Mapolres Pandeglang, Ahad (14/4/2019).*

PANDEGLANG, (KB).- Polres Pandeglang berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan mayat dalam karung yang ditemukan beberapa waktu lalu. Dugaan sementara, kasus tersebut berlatar belakang perebutan speedboat.

Berdasarkan data yang diperoleh Kabar Banten, dua orang tersebut merupakan nakhoda kapal berinisial M warga Sulawesi dan anak buah kapal (ABK) berinisial T warga Merak yang membuang kedua mayat.

Dari penuturan Kapolres Pandeglang Inra Lutrianto Amstono mengatakan, pihaknya telah mengamankan dua orang pelaku pembunuhan dengan peran yang berbeda dan masih ada empat orang yang masih diburu berinisial T dan M. Sedangkan dua orang lagi belum diketahui identitasnya.

“Adapun peran yang telah kami amankan ini, dua orang ini turut membantu dalam membuang mayat dalam karung tersebut menggunakan kapal speedboot,” ucap Kapolres Pandeglang kepada wartawan saat press rilis di Mapolres Pandeglang, Ahad (14/4/2019).

Ia mengatakan, kasus tersebut ditetapkan sebagai pembunuhan berencana. Sementara, lokasi pembunuhan masih didalami. “Mereka mengaku tidak mengetahui eksekusi pembunuhannya. Mayat dimasukkan ke karung, setelah itu dibawa dengan speedboot dan dibuang di perairan wilayah hukum Pandeglang dari atas boot,” ucapnya.

Adapun untuk menaikkan karung, kata dia, berada di wilayah Anyer dan dibawa dan dibuang tengah malam. “Untuk motifnya ini adalah ekonomi. Dugaan kami, ini adalah perebutan kapal speedboot tadi, dan ada barang lain yang ingin dimiliki oleh pelaku maupun korban tadi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan, pembunuhan dan dibuangnya mayat dalam karung itu Jumat (5/4/2019). Dua pelaku yang diamankan tersebut berinisial B dan S yang berperan sebagai nakhoda dan ABK kapal.

“Dua orang ini ikut dari awal, ketika para korban dan tersangka tersebut melakukan pertemuan di daerah Binuangeun. Kemudian, ada beberapa rangkaian kegiatan dan mereka ikut juga. Dari hasil kesimpulan kami, mereka terlibat dalam proses pembuangan mayat tersebut,” katanya.

Kedua orang tersebut dijanjikan akan mendapat imbalan dari hasil penjualan kapal speedboat tersebut. Sekarang sedang mencari pelaku yang melakukan eksekusi. Adapun eksekusinya di darat.

“Kaitan antara korban dengan kapal, si korban menguasai kapal tersebut. Jadi ini ada perebutan kapal itu, sehingga timbullah pembunuhan. Adapun nama dari kapal yang disengketakan tidak ada, sudah dihapus,” ucapnya.

Kedua tersangka ditangkap di wilayah Merak dan di Jakarta. Tersangaka S masih memiliki ikatan keluarga dengan korban yang berinisial SGP. Mereka disangkakan pasal 340 yakni pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman seumur hidup.

“Adapun hasil dari barang bukti yang kami kumpulkan yaitu ada enam orang pelaku, dan nanti tentunya perannya masing-masing itu baru dugaan. Adapun peran yang mengeksekusi, kami masih dalami lagi. Ada empat orang yang masih kami kejar,” tuturnya. (Ade Taufik/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here