Mau Kuliah Tanpa Ganggu Kerjaan? Simak Jawabannya!

Suasana diskusi 'Obrolan Mang Fajar' bersama Universitas Terbuka (UT) Serang di Kantor Harian Umum Kabar Banten, Jl. Jend. A Yani No.72 Kota Serang, Senin (7/10/2019).

MENYANDANG status sebagai mahasiswa sekaligus pekerja memang tidak mudah, utamanya dalam urusan memanaj waktu. Tak sedikit orang beranggapan kuliah sambil kerja itu adalah sesuatu yang ribet.

Namun, anggapan tersebut tidak berlaku bagi mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Serang. Banyak mahasiswa di UT Serang yang juga berstatus sebagai pekerja atau pelaku usaha.
Salah satunya Nuriyawati, mahasiswa Jurusan Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi. Menurutnya, kegiatan kuliah dan pekerjaannya berjalan beriringan.

“Kuliah di UT, usaha saya bisa berjalan, kuliah juga jalan.‎ Sehari-hari saya (usaha) di pasar. UT diminati masyarakat karena bisa memilih jurusan sesuai dengan harapan,” ujar Nuri, sapaan akrabnya, saat diskusi “Obrolan Mang Fajar” di Kantor Harian Umum Kabar Banten, Senin (7/10/2019).

Menurutnya, selama menjalani perkuliahan di UT dirinya bisa dengan mudah mengatur waktu antara kuliah dengan bekerja.

“Ketika kita ingin mengenyam pendidikan dan mengembangkan suatu usaha. Kita bisa mengatur waktu juga. Saya sendiri mikir, jangan kita mencari (lembaga) pendidikan terkenal tapi motivasi belajarnya tidak ada. Sementyara kita sudah keluar uang banyak,” ujarnya.

Senada, mahasiswa lainnya Fauzul Iman mengatakan, UT memberikan keleluasaan bagi mahasiswanya untuk menjalani kuliah. Namun, hal tersebut bukan standar kualitas kampus tersebut rendah.

“Dulu sempat berfikiran sama seperti masyarakat umum. Begitu cari tau, ternyata UT itu kualitas pendidikannya tidak bisa dianggap remeh. Pola pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan kondisi zaman, fleksibel,” ujar mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi ini.

Fauzul sebelumnya pernah kuliah di beberapa kampus, namun karena tidak sesuai dengan keinginan akhirnya memutuskan untuk kuliah di UT.

“Tahun 2016 itu saya pindah-pindah. Karena tidak sesuai dengan keinginan. Sampai akhirnya setelah masuk UT, ternyata baru terasa cocok dengan pekerjaan, waktu bisa menyesuaikan,” ujar dia.

Direktur UT Serang Dr Maman Rumanta mengatakan, menjadi mahasiswa UT tanpa harus menjalani seleksi dan tidak ada drop out.

“Yang penting adalah belajar dengan baik sesuaikan dengan waktu. Kalau full bisa 24 SKS ya bisa cepat lulus. Kalau waktunya sedikit bisa ambil 15 atau 12 SKS, jadi fleksibel. Kelulusan di UT itu bisa diperkirakan oleh sendiri, disesuaikan dengan kemampuan dan waktu yang ada,” ujarnya. (Rifki Suharyadi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here