Masyarakat ‘Warnasari Bersatu’ Pertanyakan Dana CSR

CILEGON, (KB).- Sejumlah masyarakat Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil, yang tergabung dalam wadah ‘Warnasari Bersatu’ kecewa karena pembagian Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Seven Gates Indonesia (SGI) yang sedang melaksanakan pekerjaan di PT Lotte Chemical, yaitu penyedotan pasir laut dan pengurugan lahan tidak tepat sasaran.

Sekretaris Warnasari Bersatu Mas Mulyana, Selasa (3/12/2019), mengatakan, CSR yang di keluarkan oleh PT SGI sebesar Rp1 miliar dibagi dua, yakni Rp500 juta untuk tim darat dan yang Rp500 juta untuk tim laut (nelayan).

“Masyarakat Warnasari bersatu menuntut hak yang diambil oleh orang lain, dan terlebih sangat disayangkan adanya rapat di salah satu kantor yang ada di Kelurahan Rawa Arum, sementara kami disini tidak ada yang memberi kabar dan lebih parahnya kenapa yang membagikan uangnya itu bukan orang Warnasari,” katanya.

Hal yang sama dikatakan oleh Bendahara Warnasari Bersatu, Yayek. Menurutnya perjuangan warnasari bersatu secara tegas ingin mendapatkan CSR dari SGI karena memang program-program yang ada di Kelurahan Warnasari sangatlah banyak dan butuh bantuan dari CSR tersebut.

“Sangat disayangkan CSR itu sudah di salah gunakan oleh oknum yang mengatasnamakan atau menyampaikan bahwa sudah koordinasi dengan pihak Warnasari. Maka oknum yang berinisial M itu yang mengambil alih pembagian CSR untuk darat, dibagi di kantor yang berlokasi di Grogol. Disitu dibagi dua untuk urusan darat Rp240 juta (Rawa Arum) dan Rp240 juta (Citangkil), akan tetapi warga Warnasari tidak dilibatkan dalam pembagian tersebut. Untuk itu kami warga warnasari akan minta penjelasan kepada oknum tersebut, karena sudah berani mengatasnamakan warga Warnasari,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, berbicara wilayah, Warnasari lebih besar wilayahnya 60 persen. Karena melihat proyek tersebut berada di wilayah Warnasari, juga luas area yang begitu besar.

“Warnasari ini merupakan ring 1 dari proyek tersebut. Kami akan terus melakukan aksi. Karena dana CSR itu bukan untuk kepentingan pribadi tapi untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, CSR ini rencananya akan digunakan untuk mengcover pembangunan yang ada di wilayah Kelurahan Warnasari.

“Programnya ini kan mencakup pembangunan 7 RW yang ada di Kelurahan Warnasari dan jelas masyarakat kami semuanya protes. Besok kami meminta kepada Kapolsek untuk minta di mediasi agar hal ini tidak terulang kembali, kami masyarakat warnasari menuntut dan uang dari CSR yang sudah ada harus jelas perutukannya untuk apa dan larinya kemana saja uang tersebut,” tuturnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here