Selasa, 21 Agustus 2018

Masyarakat Sambut Reaktivasi Jalur Rel Rangkasbitung-Bayah

LEBAK, (KB).- Masyarakat Kabupaten Lebak menyambut positif reaktivasi atau pengoperasikan kembali jalur rel Rangkasbitung-Bayah sehingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi warga setempat.

“Kami tentu sangat mendukung rencana pemerintah akan kembali membangun jalur rel Rangkasbitung-Bayah,” kata Didi (50) warga Desa Cikatomas, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Senin (20/11/2017). Didi mengatakan, pihaknya tentu menyambut positif Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang akan membangun kembali jalur rel KA Rangkasbitung-Bayah juga Rangkasbitung-Labuan.

Pengoperasian jalur kereta itu dipastikan dapat memobilisasi pertumbuhan ekonomi masyarakat juga melepaskan keterisoliran dan ketertinggalan. Sebab, pelayanan angkutan massal sangat penting untuk pemerataan pembangunan sehingga bisa menghubungkan wilayah Banten utara dan selatan. “Kami berharap pembangunan jalur KA itu bisa secepatnya direalisasikan,” katanya.

Ia mengatakan, jalur KA Rangkasbitung-Bayah dihentikan pengoperasiannya sekitar tahun 1960-an.
Pengoperasian angkutan massal itu dinilai penting sebagai sarana penunjang transportasi masyarakat, terlebih Bayah terdapat kawasan industri pabrik semen, kawasan wisata, perkebunan, dan pertanian.
Selama ini, angkutan KA sangat dicintai masyarakat.

Selain bisa menampung ribuan penumpang juga harga tiket murah dan terjangkau. Selain itu juga keselamatan terjamin, termasuk kedatangan-keberangkatan tepat waktu. “Kami menilai pembangunan jalur kereta Rangkasbitung-Bayah dapat mendukung percepatan pembangunan nasional,” ucapnya.

Begitu juga Herman (45) warga Panggarangan Kabupaten Lebak mengaku bahwa warga sangat mendambakan angkutan KA sehingga bisa membebaskan daerah selatan Lebak yang berstatus tertinggal. “Kami mendukung pembangunan jalur rel KA Rangkasbitung-Bayah difungsikan lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Daerah I Pemerintah Kabupaten Lebak Alkadri mengatakan, pemerintah daerah akan mengawal jika pembangunan rel KA itu direalisasikan baik rencana umum tata ruang (RUTR) dan sosialisasi kepada masyarakat.

Menurut Alkadri, pendataan ulang perlu dilakukan sebab tidak tertutup kemungkinan rel KA Rangkasbitung-Bayah saat ini sudah berubah menjadi permukiman, perumahan juga ada yang longsor.
Selain itu juga pihaknya akan membantu pendataan pembuatan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan perencanaan lainnya. (MH/Ant)***


Sekilas Info

Ribuan Lansia Dapat Bantuan Jaminan Hidup

USIA tua merupakan sebuah keniscayaan yang akan dialami oleh sebagian manusia yang diberikan usia panjang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *