Masyarakat Diminta Waspadai Bencana Hidrometereologi

SERANG, (KB).- Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Klas I Serang mengimbau masyarakat Banten pada umumnya, untuk mewaspadai bencana hidrometereologi yang terjadi akibat peralihan musim.

Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Serang Tarjono menuturkan, periode paralihan musim dari penghujan ke kemarau atau sebaliknya, biasa ditandai dengan banyaknya gangguan-gangguan cuaca di sekitar khatulistiwa. Hal yang biasa terjadi, seperti suhu ekstrem, angin puting beliung, petir, angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi.

“Untuk Zom (Zona Musim) 58, yaitu Kabupaten/Kota Serang dan Kota Cilegon akan memasuki awal musim penghujan pada Dasarian I-III bulan Desember 2019,” katanya, Senin (11/11/2019).

Ia menuturkan, potensi bencana tersebut, tidak terjadi di seluruh wilayah Banten. Saat ini, ujar dia, secara umum wilayah Indonesia akan mengalami hujan lebat dari Senin hingga Ahad (11-17/11/2109) mendatang. Untuk di Banten, potensi gelombang besar saat ini di Perairan Selatan. “Untuk saat ini gelombangnya di Selatan Banten 2,5 sampai 4 meter,” ucapnya.

Untuk Kota Serang, tutur dia, bencana hidromtereologi tersebut, berupa cuaca mendukung panas yang cukup ekstrem. Bahkan, pada Senin (11/11/2019) cuaca Kota Serang mencapai 36 derajat celcius. “Seperti di Kota Serang yang siang tadi mencapai 36 derajat celcius, cukup panas,” katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berlindung di bawah pohon, baliho atau tempat lain yang rawan roboh atau terkena sambaran petir saat hujan lebat tiba. Ia meminta masyarakat untuk terus memantau informasi dari BMKG.

“Untuk nelayan, update terus informasi gelombang BMKG, diharapkan tidak melalui kalau gelombangnya cukup tinggi atau dalam kategori waspada,” ujarnya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here