Masyarakat Didorong Manfaatkan Perpustakaan

Sejumlah pengunjung sedang memilih buku di bazar buku yang digelar di Halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Pakupatan, Kota Serang, Senin (16/9/2019). Kegiatan bazar buku yang digelar dari tanggal 16 hingga 21 September tersebut dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan.*

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi Banten mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Upaya itu dilakukan untuk menanamkan budaya baca, sehingga menambah wawasan dan pengetahuan dalam menghadapi era industri 4.0.

Hal tersebut dikatakan Asisten Daerah (Asda) III Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Banten Samsir, usai mengunjungi stan di Hari Kunjung Perpustakaan, di Halaman DPK Provinsi Banten, Senin (16/9/2019).

Melalui hari kunjung perpustakaan, dia berharap orang banyak mengetahui sarana prasarana didalamnya untuk serta dapat menumbuhkan minat baca.

“Di hari kunjung perpustakaan orang jadi banyak tahu, bukan hanya membaca yang manual tetapi dapat membaca dengan menggunakan buku elektronik (e-book). Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan momen tersebut agar kesadaran membaca tinggi,” kata Samsir kepada Kabar Banten.

Dahulu, kata dia, membaca itu hanya untuk pelajar dan mahasiswa, sekarang semua kalangan masyarakat harus menanamkan budaya baca. Perpustakaan bisa dikunjungi baik di sekolah, di kantor pemerintahan. Masyarakat dapat memanfaatkan sarana tersebut untuk membaca.

“Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Ke depan Indonesia kan memasuki bonus demografi dimana usia produktif lebih mendominasi sehingga diperlukan manusia yang berdaya saing siap untuk menghadapi era industri 4.0,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPK Provinsi Banten Ajak Moeslim berharap kegiatan tersebut menjadi momentum oleh masyarakat untuk membuka kesadarannya bahwa ilmu itu penting. Sebab, ilmu korelasinya dengan buku, sehingga membaca itu menjadi pioritas.

“Jadi kebutuhan sehingga indikatornya itu tingkat kunjungan menjadi tinggi. Sekarang sudah mencapai 600 orang sehari untuk mengunjungi perpustakaan. Ke depan bisa 1.000 orang datang. Dengan dorongan pemerintah sehingga masyarakat dapat datang ke perpustakaan, tidak hanya menjadi tempat belajar, juga dapat dimanfaatkan untuk tempat rekreasi dan penelitian,” katanya. (Denis/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here