Sabtu, 20 Oktober 2018

Masjid Jangan Digunakan Untuk Kampanye

SERANG, (KB).- Ketua Umum Dewan Masjid Indonesai (DMI) Wilayah Banten KH Rasna Dahlan  mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan masjid sebagai sarana untuk kampanye. Imbauan ini terkait pelaksanaan pilkada serentak. “Bukan hanya untuk menjaga netralitas, tapi juga untuk menghindari perpecahan di kalangan umat,” kata Rasna kepada kabar-banten.com, Selasa (13/2/2018) siang.

Dikatakan Rasna, sarana ibadah harus digunakan untuk kegiatan yang mengandung ketaatan, kepatuhan, dan ketundukan secara total  kepada Allah. “Masjid dan musala harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang mengandung ketaatan kepada Allah, untuk meningkatkan kualitas etik, modal dan sosial,” katanya.

Diingatkannya, masjid dan mushala jangan dijadikan sarana untuk kampanye demi menjaga netralitas dan kemurnian tempat ibadah. Selain itu, materi khutbah Jumat, ceramah, kuliah subuh dan symposium juga jangan mengandung unsur sara dan provokasi. Sebab, hal itu bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. “Jadikan masjid dan musola sebagai media dakwah untuk  menyampaikan pesan dalam menjaga kerukunan menjaga NKRI,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim mengajak masyarakat dan pemuka agama bersama-sama menjaga kerukunan, toleransi beragama, tidak terpancing isu-isu serta hoax berbau suku, agama, ras, dan antargolongan. “Kemarin sudah kita konsolidasi dengan MUI dan pimpinan pondok pesantren, jangan terpancing isu-isu sehingga diminta menjaga keamanan di lingkungan pesantrennya masing-masing,” kata Wahidin Halim.

Ia mengatakan, konsolodasi dengan para kai, pimpinan pondok pesantren, dan MUI tersebut terkait informasi yang beredar adanya orang yang akan menganiyaya kiai, sehingga dirinya langsung mengumpulkan para kiai dan pimpinan pondok pesantren. “Sebenarnya tidak ada masalah di Banten selama ini. Aman-aman saja,” kata dia.

Wahidin meminta masyarakat terutama para kiai dan pimpinan pondok pesantren agar tidak terpancing isu-isu dan jangan ditanggapi. Namun demikian, ia tetap meminta msyarkaat untuk tetap waspada, jangan sampai ada orang-orang yang memanfaatkan situasi seperti sekarang ini untuk kepentingan yang tidak jelas, seperti yang terjadi di beberapa daerah termasuk kasus di Yogyakarta kemarin. “Tingkatkan kemanan, tingkatkan tanggung jawab, dan tumbuhkan semangat toleransi di antara kita,” kata Wahidin.

Menurutnya, hasil dari pertemuan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh MUI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banten, dengan mengundang tokoh agama lainnya untuk menyampaikan pesan dalam menjaga kerukunan atau toleransi umat beragama di Banten. “Nanti ditindaklanjuti sama MUI dan FKUB. Nanti ada pertemuan lain,” katanya. (SY)***


Sekilas Info

Langkah Alternatif Penguatan Modal, Dewan Dorong Kab/Kota Simpan Uang di Bank Banten

SERANG, (KB).- DPRD Provinsi Banten mendorong kabupaten/kota menyimpan uang di Bank Banten. Upaya tersebut, kata dia, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *