Masjid Ats-Tsauroh Jadi Masjid Agung, Subadri: Pengambilalihan Butuh Kesepakatan Bersama

SERANG, (KB).- Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin menyambut baik saran yang disampaikan Dewan Masjid Indonesia (DMI), agar Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengambil alih masjid Ats-Tsauroh. Meski begitu, keputusan tersebut butuh kesepakatan bersama.

“Maka, sebelum pembangunan, seyogyanya dikumpulin dulu semua para alimil ulama, ormas Islam. Bagaimana sih bagusnya sebelum nanti ada FS (feasibility study), DED (detail engineering design). Karena itu sudah dianggarkan tahun ini,” katanya saat dikonfirmasi Ahad (20/1/2019).

Ia mengatakan, hal tersebut untuk menyamakan persepsi, karena Masjid Agung akan menjadi milik bersama. Jika harus mengambil alih Ats-Tsauroh, ujar dia, harus ada penataan, agar lebih representatif.

“Saya sependapat (pengambilalihan masjid Ats-Tsauroh), lebih bagus kalau memang semua di Ats-Tsauroh. Tinggal nanti kalau di Ats-Tsauroh, biar benar-benar menjulang kelihatan bangunannya mungkin Islamic Centernya dipindahkan, ruko yang depan kami babat. Biar halamannya tidak dari jalan Korem itu, Jalan Ahmad Yani pakainya,” ucapnya.

Namun, dia kembali menekankan perlunya masukan dari berbagi pihak, seperti para alim ulama, kiai sepuh, dan lainnya. Jika semua sependapat, tutur dia, Pemkot Serang akan mengamini.

“Intinya sepakat (dulu). Memang tujuan kami pengin bangun masjid kok. Tujuan pemerintah yang lama akan dilanjutkan bangun masjid,” kata mantan Ketua DPRD Kota Serang tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Banten mendukung langkah Pemkot Serang yang akan menjadikan Masjid Ats-Tsauroh sebagai Masjid Agung Kota Serang. Untuk mewujudkannya, Pemkot Serang disarankan untuk mengambil alih kepemilikan yang saat ini dikelola sebuah yayasan tersebut.

“Tentu status kepemilikannya dialihkan dulu ke Pemkot Serang. Terus pengaturan pengurusnya baik imarohnya, iyarohnya, riayahnya masuk ke Kota Serang, ditata sedemikian rupa,” ujar Sekretaris DMI Banten Deni Rusli, Jumat (18/1/2019).

Menurut dia, sejak awal pihaknya tidak sepakat menjadikan alun-alun sebagai lokasi pembangunan Masjid Agung. DMI menyarankan mengambil alih kepemilikan Ats-Tsauroh dari Pemkab Serang sebagai pengelolanya.

“Tapi, ada beberapa hal yang perlu ditata, pertama terkait imarohnya atau peribadatannya, pengajiannya, layanan masyarakat terkait keagamaan. Kedua, iyarohnya atau manajerial kepengurusan yang bagus yang juga bisa mengembangkan ekonomi masjid. Kemudian, terakhir riayahnya atau penataan secara fisik bangunan,” ucap mantan Pengurus DKM Ats-Tsauroh tersebut. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here