Masjid Agung Kota Serang, Ats-Tsauroh Jadi Alternatif

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menjadikan Ats-Tsauroh sebagai alternatif lokasi pembangunan Masjid Agung Kota Serang. Ats-Tsauroh yang juga sudah dikenal sebagai Masjid Agung tersebut akan direnovasi. Sebelumnya, diketahui Masjid Agung Kota Serang akan dibangun di Alun-alun Barat. Namun, hasil studi kelayakan (feasibility study) menyatakan lokasi tersebut terdaftar sebagai cagar budaya.

“Dan alternatifnya kami akan melanjutkan pembangunan masjid itu di Masjid Ats-Tsauroh yang nantinya akan kami renovasi,” kata Wali Kota Serang, Syafrudin kepada Kabar Banten, Kamis (17/1/2019).

Ia menuturkan, telah berdiskusi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga terkait hingga tokoh masyarakat Banten. Dari hasil diskusi tersebut, ujar dia, didapat alternatif lain untuk pembangunan Masjid Agung Kota Serang, yaitu dengan merenovasi masjid yang sudah ada, yakni Ats-Tsauroh.

“Tidak dilanjutkan di Alun-alun Kota Serang. Karena, menurut kajian studi kelayakannya tidak sesuai kalau dibangun di sana (alun-alun),” ucap mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang tersebut.

Ia menjelaskan, nantinya Islamic Center di Kawasan Ats-Tsauroh dipindahkan. Selanjutnya, lokasi tersebut akan dijadikan lapangan terbuka sebagai halaman masjid. “Islamic Center juga mungkin akan kami pindahkan. Jadi, di depan Masjid Ats-Tsauroh itu akan dijadikan lapangan terbuka,” tuturnya.

Menurut dia, rencana pembangunan tersebut akan dimulai tahun ini, setelah dilakukan kajian terlebih dahulu. “Kami akan buat FS terlebih dahulu, kemudian kajian kembali terkait lokasi. Tapi, lokasinya itu di Masjid Ats-Tsauroh. Kajiannya di tahun 2019 ini,” katanya.

Sekretaris MUI Kota Serang, Amas Tadjuddin menuturkan, terus berupaya mendorong wali kota dan Pemerintah Kota Serang untuk tetap melanjutkan pembangunan Masjid Agung di Alun-alun Kota Serang.

“Kami mendorong wali kota yang baru dan pemkot untuk melanjutkan rencana pembangunan Masjid Agung Kota Serang. Sebagaimana telah dilakukannya peletakan batu pertama oleh Wali Kota Serang sebelumnya,” ujarnya, Rabu (16/1/2019).

Ia mengatakan, pembangunan masjid tersebut, bukanlah kepentingan dari sebagian orang ataupun kelompok, melainkan keinginan dari seluruh masyarakat Kota Serang.

“Jadi itu bukan kemauan satu dua orang, bukan kemauan satu dua kelompok orang, tapi sudah merupakan kemauan, keinginan, dan harapan dari seluruh masyarakat Kota Serang yang dituangkan dalam bentuk dukungan kepada MUI,” ucapnya.

Sejak 1965

Ia menungkapkan, pembangunan masjid di Alun-alun Kota Serang merupakan lanjutan dari pembangunan masjid yang sempat tertunda pada 1965, karena pemberontakan G30S/PKI. “Jadi, pembangunan masjid ini merupakan lanjutan dari fakta sejarah, bahwa pembangunan tersebut telah dilakukan peletakan batu pertama untuk masjid,” tuturnya.

Menurut dia, hingga kini secara kelembagaan MUI Kota Serang belum berbicara tindak lanjut dari pertemuan terdahulu. ”Apakah dilanjutkan atau dipindahkan ke tempat lain,” katanya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here