Masjid Agung Kota Serang, Amas Tadjuddin: Konflik Lalu Lintas & Sosial Luput dari Kajian

Amas Tadjuddin, Sekretaris MUI Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang Amas Tadjuddin menilai, konflik lalu lintas dan sosial luput dari kajian tim ahli Universitas Indonesia (UI) terkait pembangunan Masjid Agung Kota Serang.

Menurut dia, konflik lalu lintas juga bisa terjadi di Masjid Ats-Tsauroh. Namun, hal tersebut hanya dibahas dan difokuskan di opsi lokasi lain, yaitu di Terminal Pasar Kepandean.

“Konflik lalu lintas dan konflik sosial di seputar Masjid Ats-Tsauroh luput dari kajian tim ahli Universitas Indonesia (UI) sebagai lokasi alternatif Masjid Agung Kota Serang,” katanya, Selasa (30/7/2019).

Selain itu, menurut dia, potensi konflik sosial juga rentan terjadi di Masjid Ats-Tsauroh. Hal tersebut, terkait keberadaan tanah wakaf yang sebagian dihuni masyarakat dan beberapa lembaga atau instansi lain.

“Kenapa hal tersebut luput dari paparan hasil Prof Kiemas tim ahli UI atau kajian tersebut memang diarahkan untuk kepentingan tertentu,” ucapnya.

Baca Juga : Lokasi Masjid Agung Kota Serang Mengerucut

Bahkan, ada narasi dari tim ahli UI, menurut dia, tidak relevan, yakni menghubungkan lokasi masjid di Kota Serang dengan garis lempengan gempa dari Jawa Barat. Selain itu, data yang digunakan tidak valid, karena berasal dari sumber yang kontroversial.

“Data luas tanah Kepandean dan data kepemilikan tanah wakaf Ats-Tsauroh kontroversial. Analisa data konflik lalu lintas invalid, variabel sistem skoring nilai,” tuturnya.

Menurut dia, peletakan batu pertama pembangunan masjid agung di Alun-alun Barat Kota Serang yang beberapa waktu lalu dinyatakan tidak ada masalah. Namun, belakangan ramai-ramai penolakan dengan alasan melanggar cagar budaya.

Diketahui, tim UI melakukan studi kelayakan terhadap tiga calon lokasi pembangunan Masjid Agung Kota Serang, di antaranya Terminal Pasar Kepandean, Masjid Ats-Tsauroh, dan Asrama Haji Penancangan, Cipocok Jaya.

Diberitakan sebelumnya, lokasi pembangunan Masjid Agung Kota Serang mulai mengerucut ke Masjid Ats-Tsauroh.

Tokoh masyarakat sekaligus Pengurus Yayasan Ats-Tsauroh Kota Serang Embay Mulya Syarif mengatakan, hasil studi kelayakan tim teknis, ada dua lokasi alternatif dengan nilai tertinggi, yaitu Masjid Ats-Tsauroh dan asrama haji di Penancangan. Meski begitu, masih harus dikaji mendalam.

“Kalau sekarang ribut melulu ya enggak jadi-jadi. Ya sudahlah, apapun yang diputuskan kami sepakati semua,” ujarnya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here