Masjid Agung di Alun-alun Barat Kota Serang, DMI: Benahi Sarana Ibadah yang Ada

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang disarankan, agar membenahi dan mengembangkan sarana ibadah di Alun-alun Kota Serang. Hal tersebut disampaikan Sekretaris DMI Provinsi Banten, Deni Rusli menanggapi hasil studi kelayakan (feasibility study) yang merekomendasikan, agar pemkot mengkaji ulang rencana pembangunan Masjid Agung di Alun-alun Barat Kota Serang.

“Kalau hasil uji kelayakannya belum sesuai, ya lebih baik kembangkan saja sarana ibadah di alun-alunnya. Saat ini kan kondisi tempat ibadahnya enggak representatif,” katanya kepada Kabar Banten, Sabtu (15/12/2018).

Menurut dia, opsi lainnya, yaitu mengembangkan Masjid Ats-Tsaurah. Sebab, tutur dia, selama ini masjid tersebut merupakan masjid yang telah lama berdiri di pusat Kota Serang dan berukuran besar.

“Nanti Masjid Agung-nya bisa mengembangkan Masjid Ats-Tsaurah saja kalau di alun-alun itu harus dikaji ulang. Nah, nanti di alun-alun itu tinggal pemkot membenahi sarana ibadahnya saja dengan membuat musala yang bagus,” ujarnya.

Ia menuturkan, DMI Banten akan mengikuti apapun hasil yang didapat oleh tim peneliti maupun Pemkot Serang. Ia mengatakan, pengembangan Masjid Ats-Tsaurah hanya usulan.

“Itu tinggal memperbaiki saja, Islamic Center-nya kan enggak terlalu berfungsi, jadi bisa diperbaiki. Tapi, apapun hasil dari tim maupun pemkot, DMI akan tetap mengikuti saja. Asalkan masyarakat tetap memiliki sarana ibadah juga ruang terbuka hijau,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Serang diminta untuk mempertimbangkan dan mengkaji ulang rencana pembangunan Masjid Agung di Alun-alun Barat. Sebab, jika pembangunan dilakukan di lokasi tersebut, berpotensi banjir serta penumpukan kendaraan. Selain itu, alun-alun tersebut diketahui berstatus cagar budaya. Hal tersebut disampaikan Tim Peneliti feasibility study (FS) atau studi kelayakan Masjid Agung Kota Serang, Kemas Ridwan Kurniawan pada ekspose hasil FS, di salah satu hotel Kota Serang, Kamis (13/12/2018).

Merespons hal tersebut, Ketua DPRD Kota Serang, Namin menilai, peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung yang dilakukan Pemkot Serang beberapa waktu lalu sebagai hal yang gegabah. “Hasil FS saja minta dikaji ulang. Saya lihat pemkot ini terlalu gegabah untuk melakukan peletakan batu pertama kemarin,” tuturnya kepada Kabar Banten, Jumat (14/12/2018). (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here