Masih Diburu Polisi, Empat Pengusaha Tambang Ilegal Jadi Tersangka

SERANG, (KB).- Kepolisian Daerah (Polda) Banten menetapkan empat pengusaha tambang emas ilegal di Kabupaten Lebak sebagai tersangka. Keempatnya yaitu JA, EN, SU dan TO yang sampai saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Keempat tersangka merupakan pemilik tambang dan pengolahan emas ilegal di sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang diduga menjadi penyebab bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, pada Januari 2020.

Direktur Ditreskrimsus Polda Banten Kombes Pol. Nunung Syaifuddin mengatakan, untuk saat ini pihaknya telah menetapkan empat orang tersangka.

“(Tersangka) Sudah ada empat orang, sementara ini empat orang. Tapi kita akan dalami lagi karena menurut informasi ada yang sudah ditangani Bareskrim. Saya kan baru seminggu (menjabat) belum dalam, baru separo doang,” kata Nunung kepada wartawan, Sabtu (7/3/2020).

Meski demikian, keempat tersangka tersebut belum berhasil ditangkap karena melarikan diri sejak Presiden Joko Widodo menginstruksikan polisi menindak seluruh penambang ilegal di TNGHS. Meski begitu, pihaknya sudah mengetahui tempat persembunyian tersangka.

“Tapi belum ketangkap. Tiga hari kita tinggal kuat-kuatan yang nangkap apa yang kabur gitu aja. Pasti kami kejar, saya yakin pasti dapat,” ujarnya.

Penetapan keempat tersangka tersebut setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti.

“Tidak perlu menunggu keterangan tersangka. Keterangan tersangka itu nomor urut paling bawah. Kami sudah bisa tetapkan tersangka apabila alat bukti sudah cukup,” ucapnya.

Diketahui, tersangka EN dan SU memiliki lubang dan pengolahan emas di Kampung Cikomara, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong. Kemudian tersangka JA memiliki pengolahan emas di Kampung Hamberang, Desa Luhur Jaya Kecamatan Cipanas, Lebak. Selanjutnya tersangka TO memiliki pengolahan emas di Kampung Tajur, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak.

Dalam kasus Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tersebut dimungkinkan jumlah tersangka bertambah. Sebab, ada satu pemilik tambang yang saat ini sedang ditangani oleh Bareskrim Polri. (RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here