Rabu, 19 Desember 2018

Masih Banyak Badan Usaha Nunggak Iuran, BPJS Kesehatan Sosialisasikan Program Bersama Ade Rai

SERANG, (KB).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Serang mengakui masih ada sekitar 20 Badan Usaha (BU) yang menunggak iuran. Hal itu disampaikan ketika melakukan sosialisasi program JKN-KIS bersama brand Ambasador Ade Rai di PT Nikomas Gemilang, Kamis (19/7/2018).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang Sofyeni mengatakan, sampai saat ini ada sekitar 2,3 persen BU yang memang tidak rutin membayar iuran. Oleh karena itu pihaknya pun rutin melakukan kunjungan ke perusahaan tersebut. “Ada sekitar 20 BU yang nunggak, kalau tunggakannya sekitar Rp 1,8 miliar. Itu tersebar di Serang, Pandeglang, Cilegon, Lebak,” ujarnya kepada wartawan.
Ia mengatakan, alasan perusahaan tersebut tak bayar iuran ada beraneka macam. Mulai dari perusahaannya yang pailit hingga yang tutup. “Tapi kan ada kewajiban menyampaikan ke kami,” katanya.
Ia menjelaskan, dari 2.400 perusahaan yang terdaftar di kantornya, Nikomas Gemilang adalah yang terbesar. Ada sekitar 56 ribu karyawan termasuk 370 tenaga kerja asing yang didaftarkan. “Makanya mereka juga proaktif dan paling patuh membayar iuran serta daftarkan pegawainya,” ucapnya.
Selama ini, kata dia, masih sering terjadi ketimpangan antara iuran JKN dengan biaya pelayanan kesehatan. Oleh karena itu perlu dikontrol angka peserta yang sakit dan yang sehat. “Memang selalu ada selisih pembayaran yang kita bayarkan. Memang untuk peserta mandiri kebanyakan mendaftar ketika sakit dan pas sehat enggak bayar lagi. Selisih tunggakan itu se-Indonesia saja mencapai Rp 9,7 triliun,” tuturnya.
Oleh karena itu, agar angka tersebut bisa seimbang pihaknya pun selalu mendorong agar masyarakat sadar untuk membayarnya. Kemudian juga bersinergi dengan pemda melalui program kesehatannya. “Masyarakat yang sudah jadi peserta harus sadar bayar iuran. Kalau perusahaan kita dorong untuk daftar,” katanya.
Sementara Ade Rai dalam acara tersebut menyampaikan agar masyarakat segera mendaftar sebagai peserta JKN-KIS sebelum sakit. Selain itu menurut dia pola hidup sehat tidak perlu menunggu momen yang tepat. “Makanya jangan sayang berinvestasi untuk kesehatan,” ujarnya. (DN)*

Sekilas Info

Libur Natal dan Tahun Baru 2019, Kawasan Wisata Anyer dan Pasar Prioritas Pengamanan

Kawasan wisata Anyer dan pasar tradisional di wilayah Kabupaten Serang akan menjadi titik utama pemantauan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *