Selasa, 20 Februari 2018

Masih Ada 7.000 Hektare, Pemkab Serang Belum Penuhi Target Tanam Jagung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang masih memiliki pekerjaan rumah (PR) seluas 7.000 hektare lahan untuk ditanami jagung. Dari instruksi Kementerian Pertanian yang menargetkan 10.000 hektare di Kabupaten Serang, sejauh ini baru tercapai 3.000 hektare.

Staf Ahli Bupati Serang Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Ida Nuraida mengatakan, jika sampai saat ini memang masih terdapat PR pemenuhan lahan jagung yang mencapai 7.000 hektare. Pihaknya juga akan menyampaikan hal tersebut kepada Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah untuk nantinya bisa dilakukan maping lahan yang dapat digunakan untuk pertanian jagung.

“Kami akan efektifkan pertama gerakan-gerakan kelompok tani,” katanya kepada wartawan saat ditemui selepas menghadiri panen raya jagung di Kampung Nagreg, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kamis (16/11/2017). Meski masih terdapat setumpuk PR, namun pihaknya menuturkan, tidak ada kendala yang berarti dalam hal tersebut. Permasalahan yang muncul hanya terkait koordinasi semata.

Pihaknya optimistis, 7.000 hektare lahan tersebut akan dapat dipenuhi nantinya. “Saya optimistis dengan kami sekarang Gempita bergerak dari satu sisi itu saja bisa mencapai, apalagi kami optimalisasi kelompok tani yang lain,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, Agus M Tauchid mengatakan, untuk jagung, Provinsi Banten ditargetkan di atas 300.000 ton, sedangkan untuk luas tanamnya semula ditargetkan 125.000 hektare dan yang sudah terpenuhi sampai saat ini baru 85.000 hektare. “Tahun depan Pemerintah Pusat terus mendukung Banten, jagung di Banten diperkuat menjadi 97.000 hektare,” ucapnya.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya meminta para kadis pertanian dan bupati/wali kota di tiap wilayah untuk mendukung program menanam jagung tersebut. Ia optimistis, target tersebut akan dapat tercapai. “Bukti konkret pada hari ini, kami panen dengan Gempita sebagai bentuk keseriusan bupati untuk support,” tuturnya.

Selain itu, dia meminta, agar kadis pertanian dan juga bupati/wali kota untuk mampu me-maping-kan potensi lahan yang dimilikinya, semisal untuk Kabupaten Serang, di mana di sana memiliki prospek lahan sawah. Ternyata, sawah di Serang masih banyak yang menggunakan sistem tadah hujan. “Nah, kenapa tidak yang panen padinya sekali bisa dua kali dengan jagung. Karena, kami menargetkan tahun depan minimal Serang dan Tangerang bisa ditanami jagung setelah panen padi,” katanya.

Menurut dia, potensi pasar jagung di Banten masih terhitung tinggi. Dalam setahun pasar jagung di Banten membutuhkan 1,760 ton. Sementara itu, di Banten terdapat 16 pabrik pakan yang siap menampung. 9 dari 16 tersebut berada di wilayah Kabupaten Serang. “Kami masih jauh untuk memenuhi kebutuhan basis pakan yang ada di Banten. Itu kebutuhan total setahun 1,760 juta, kalau per hari sekitar 4.000 ton,” ujarnya.

Ia menuturkan, untuk wilayah Kabupaten Serang, tahun depan dicanangkan target lahannya menjadi 11.400 hektare, sedangkan saat ini yang telah ditanami baru 3.200 hektare, sehingga masih banyak PR. “Kalau prioritas utama itu di 3 kabupaten, itu Pandeglang, Lebak, dan Serang. Paling luas Pandeglang, itu tahun depan 60.000 hektare dan Lebak 25.000 hektare serta Serang 11.400 hektare,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Gempita Kabupaten Serang, Dady Hartadi mengatakan, panen raya kali ini merupakan yang pertama. Di mana penanaman jagung tersebut sempat dihadiri Bupati Serang dan juga Gubernur Banten. Untuk luas hamparannya mencapai 14 hektare. “Ini pilot project kami di Gempita Serang, kami sudah berhasil menjagungkan lahan tidur. Kami bisa panen, dan Alhamdulillah kami di-suport oleh balai besar mekanisasi pertanian dengan peralatannya,” tuturnya.

Ia menuutrkan, dalam mendukung program kementerian tersebut, saat ini pihaknya telah berkontribusi menanam jagung di lahan seluas 500 hektare. Oleh karena itu, 3.000 hektare yang telah ditanami pemkab tersebut, terdiri atas 500 hektare dari pihaknya dan 2.500 hektare dari Pemkab Serang. (DN)***


Sekilas Info

Pilkada Kota Serang 2018: Tim Pemenangan Perang di Medsos

SERANG, (KB).- Pertarungan Pilkada Kota Serang 2018 mulai ramai jejaring sosial atau media sosial (medsos). Perang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *