Masduki: Pramuka akan Tetap Relevan Sampai Kapan pun

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Banten Mohammad Masduki (kedua dari kiri) saat mengikuti Upacara HUT ke-58 Pramuka tingkat Provinsi Banten di halaman Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Kota Serang, Rabu (14/8/2019). Pada acara ini Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar (ketiga dari kiri) bertindak selaku pembina upacara.

SERANG, (KB).- Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Banten Mohammad Masduki menegaskan Gerakan Pramuka akan tetap relevan sampai kapan pun. Pasalnya, Pramuka merupakan lembaga pendidikan non formal yang bisa beradaptasi dan fleksibel dengan perkembangan zaman.

Dia mencontohkan, dalam upaya menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Pramuka memiliki Satuan Karya (Saka) Pramuka. Saka Pramuka adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Satuan Karya ini diperuntukkan bagi para Pramuka Penggalang Terap, Pramuka Penegak dan Pandega, dan para pemuda usia 14-25 tahun dengan syarat khusus,” kata Masduki saat diwawancarai Kabar Banten TV terkait HUT ke-58 Pramuka di Kantor Kwarda Gerakan Pramuka Banten, Selasa (13/8/2019).

Pramuka fleksibel

Masduki tidak membatah adanya sejumlah masyarakat yang menilai Pramuka tidak relevan lagi dengan kondisi perkembangan zaman saat ini. Menurut dia, justru sebaliknya, Pramuka akan senantiasa fleksibel. “Jadi, Pramuka itu mengikuti zaman,” katanya.

Terkait menghadapi perkembangan teknologi, lanjut Masduki, di lingkungan Pramuka kegiatan apa pun yang sifatnya positif dapat dilakukan. Apalagi sekarang sudah banyak terbentuk Saka-saka Pramuka.

“Di Saka Pramuka itu, anak-anak didik penegak dan pandega bisa berkarya atau melakukan kegiatan sesuai dengan minat dan bakatnya. Di Saka Pramuka, anak-anak bisa mengenal dan mempelajari teknologi sesuai dengan bidangnya masing-masing,“ kata mantan Wakil Gubernur Banten ini.

Ketika ditanya bagaimana peranan pembina, gugus depan, dan majelis pembimbing (mabi) dalam pembinaan Pramuka saat ini, Masduki mengatakan majelis pembimbing turut menentukan perkembangan Pramuka.

“Jadi, baik atau tidaknya perkembangan Pramuka ini ditentukan antara lain oleh peranan majelis pembimbing yang ada di setiap tingkatan,” katanya seraya memerinci majelis di tingkat nasional ada presiden, di provinsi ada gubernur, kabupaten/kota ada bupati/wali kota, kecamatan ada camat, dan di gugus depan ada kepala sekolah atau tokoh masyarakat.

Dia menjelaskan, sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga Pramuka dan UU no 12/2010 tentang Gerakan Pramuka, majelis pembimbing memiliki tugas memberikan bimbingan dalam bentuk dukungan moral, material, dan finansial serta bimbingan organisasi.  

Namun demikian, dukungan tersebut ini tidak berarti Pramuka menggantungkan diri kepada majelis pembimbing. Sesuai dengan tingkatannya, setiap kwartir Gerakan Pramuka tetap harus berupaya bisa mandiri.

Akan tetapi, menurut Masduki,  pada kenyataannya, sampai sekarang, unsur pembina masih kurang optimal. “Padahal, seperti diketahui, jika kita ingin bisa menghasilkan pendidikan anak-anak yang baik bergantung kepada pendidik atau pembinanya,” katanya.

Peran majelis pembimbing

Dia menyadari pembina Pramuka ini bersifat voluntir. Oleh karena itu, mereka sering terkendala oleh keterbatasan  fasilitas-fasilitas sehingga kurang optimal dalam melakukan pembinaan. “Di sinilah peran majelis pembimbing diperlukan untuk mendorong para pembina melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Masduki.

Pada bagian lain, Masduki mengaku tetap bersyukur karena usia Pramuka sudah mencapai 58 tahun. Pada ulang tahun kali ini, Pramuka mengusung tema “Siap Sedia Membangun Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”. Menurut Masduki, semua masyarakat menyatakan bahwa NKRI merupakan harga mati dan Pramuka siap sedia untuk menjaga keutuhan NKRI.(Rizki)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here