Masa Transisi Kebiasaan Baru, Tingkat Hunian Hotel Capai 80 persen

SERANG, (KB).- Di masa transisi kebiasaan baru, hampir seluruh hotel dan tempat wisata di Kawasan Anyer, Kabupaten Serang mulai ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan, sejak Juni 2020 lalu tingkat hunian atau okupansi kamar hotel mencapai 80 persen setiap akhir pekan.

General Manager (GM) Mambruk Hotel, Budi Ramli mengatakan, okupansi di Kawasan Anyer saat ini sekitar 80 persen setiap akhir pekan. Hal itu juga merupakan angin segar bagi pengusaha hotel dan pariwisata di sana.

“Saat ini memang okupansi di Anyer itu bisa mencapai 80 persen pada akhir pekan, dan ini sudah berlangsung sejak Juni lalu,” katanya saat launching beberapa fasilitas baru di Mambruk Hotel Anyer, Selasa (28/7/2020).

Namun demikian, pihaknya juga tetap mengedepankan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah dalam menghadapi masa transisi adaptasi kebiasaan baru terhadap kunjungan wisatawan. Bahkan, pekan depan seluruh staff Mambruk Hotel akan melakukan rapid test untuk membuktikan kondisi kesehatan para karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya.

“Karena hotel memiliki kewajiban untuk menerapkan protokol kesehatan, dan memang terkadang pengunjung juga lupa dalam penerapan itu. Maka, itu menjadi tugas kami untuk mengingatkan mereka, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak atau social distancing. Kami juga akan melakukan rapid test kepada 150 staff kami,” ujarnya.

Budi mengaku, selama pandemi pihaknya dan pengusaha hotel lainnya merasa kesulitan menjual paket wisata. Bahkan managemen harus merumahkan sebagian pegawai karena tidak dapat menutupi biaya pemeliharaan dan penggajian.

“Memang kami kesulitan untuk menjual pariwisata. Bahkan ada beberapa karyawan yang dirumahkan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Serang Hamdani mengakui, dua tahun ke belakang kunjungan wisatawan di kawasan Anyer menurun. Hal tersebut diakibatkan terjadinya bencana, seperti tsunami dan Pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Bahkan target kami pun tidak tercapai. Namun, sejak penerapan kebiasaan baru ini target kami per Juli sudah mencapai 40 persen dan 3,5 juta kunjungan wisata,” ujarnya.

Hamdani mengatakan, pihaknya juga melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pengusaha hotel dan wisata agar menerapkan protokol kesehatan ditempatnya.

“Kalau ada yang melanggar tentu kami akan tutup. Karena sesuai dengan aturan harus menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here