Masa Pencarian Korban Longsor TPAS Cilowong Diperpanjang Lagi

SERANG, (KB).- Masa pencarian dua korban longsor Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kecamatan Taktakan, Kota Serang kembali diperpanjang selama tiga hari ke depan. Hal tersebut dilakukan atas dasar permintaan keluarga korban yang masih ingin pencarian dilanjutkan.

“Tadi ada usulan dari (keluarga) korban, ada usulan perpanjangan tiga hari lagi. Kami menyetujui apa yang dikehendaki pihak korban,” kata Sekda Kota Serang yang merupakan mantan Kepala BPBD Kota Serang, Tubagus Urip Henus seusai rapat evaluasi pelaksanaan pencarian korban longsor TPAS Cilowong di UPT Kebersihan TPAS Cilowong, Taktakan, Kota Serang, Jumat (11/1/2019).

Menurut dia, perpanjangan kedua tersebut akan berakhir pada Senin (14/1/2019) mendatang. Ia berharap, pada perpanjangan waktu selama tiga hari tersebut, kedua korban bisa ditemukan. “Jika tiga hari tidak ditemukan, pihak korban sudah mengikhlaskan. Artinya, kami akan menutup pencarian secara kedinasan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, selama sepuluh hari pencarian belum ada tanda-tanda posisi korban. Namun, pihaknya akan tetap berupaya melakukan pencarian. “Yang penting ada kepuasan dari pihak korban dan kami menyetujui,” ucapnya.

Selama proses pencarian, tutur dia, pembuangan sampah dari Kota Serang akan terus dilakukan dengan tidak mengganggu lokasi pencarian. “Proses pembuangan sampah tetap dilakukan, hanya geser ke sektor lainnya. Tidak boleh sampah dibuang di lokus (lokasi) pencarian,” katanya.

Kasi Ops Basarnas Banten, Heru Amir AB menuturkan, akan terus mendukung proses pencarian tersebut. Namun, terkait keterlibatan Basarnas dalam pencarian tersebut, dia mengatakan, akan melaporkan dulu kepada pimpinannya. “Saya akan laporkan ke pimpinan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sampai saat ini belum ada titik terang lokasi korban. Hal tersebut, karena tebalnya tumpukan sampah yang mencapai 12 meter dan kekhawatiran terjadinya longsor susulan. Selama ini, ucap dia, pihaknya mengikuti rute pencarian sesuai praduga dari keterangan saksi. “Kalau sampai saat ini titik terang belum ada,” tuturnya.

Sementara itu, Jamjuri yang merupakan anak sulung dari korban Jemah mengatakan, pencarian yang dilakukan dan bantuan sudah sangat maksimal. Namun, pihak keluarga masih penasaran dan mengajukan penambahan waktu pencarian. Ia berharap, dengan perpanjangan waktu, korban bisa ditemukan. “Penginnya selama tambahan tiga hari ini ketemu. (Kalau tidak ketemu) insya Allah saya ikhlaskan,” katanya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here