Selasa, 19 Juni 2018

Mantan Bendahara Dishub Kota Cilegon Terkesan Dilindungi, Pemkot Diminta tidak Tebang Pilih

CILEGON, (KB).- Pemberian sanksi terhadap Vn, mantan Bendahara Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, yang diduga melakukan penggelapan uang cicilan pinjaman Koperasi Praja Mandiri, mendapat sorotan dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon. Beredar kabar, bahwa oknum pegawai Dishub itu terkesan dilindungi.

Meski demikian, tak satu pun ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang dimintai tanggapannya mau berkomentar terkait permasalahan tersebut. Beberapa ASN yang dimintai tanggapannya hanya mengungkapkan kesan tebang pilih atas sanksi yang dijatuhkan terhadap oknum ASN yang bermasalah. Jika HB, oknum pembantu bendahara pada Sekretariat DPRD (Setwan) Kota Cilegon, yang diduga menyalahgunakan gaji staf dan anggota dewan dimutasi ke kelurahan, sedangkan mantan bendahara gaji Dishub Kota Cilegon Vn, masih ditempatkan di bagian keuangan kantor tersebut.

Bahkan tersiar kabar ketidaktegasan sanksi terhadap Vn karena oknum ASN tersebut masih keluarga salah satu pejabat Pemkot Cilegon. Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cilegon, Hasby Sidik menilai, Pemkot Cilegon tebang pilih dalam memberikan sanksi. “Itu sih keputusan yang salah, namanya mau menjebloskan lagi. Kan perilakunya sudah jelek, janganlah orang-orang yang tidak aman dipertahankan. Sudah tidak musim yang seperti itu,” katanya, Senin (19/2/2018).

Menurut Hasbi, status keluarga pejabat tidak pantas dijadikan sebagai salah satu faktor pertimbangan dalam pemberian sanksi. Sebab pemberian sanksi indisipliner telah ditetapkan dalam aturan kepegawaian. “Meskipun anak pejabat jangan dilindungi, ini kan menyangkut perilaku ASN. Berikan contoh yang benar,” ujarnya.
Ia mengkhawatirkan jika ketidaktegasan tersebut berpengaruh pada ASN Pemkot Cilegon secara menyeluruh. Untuk itulah, ia meminta pemberian sanksi terhadap Vn ditetapkan sesuai aturan yang ada. “Kalau dibiarkan, nanti orang gampang ngomongnya. Malah nanti muncul lagi yang lain. Sudah lah, mulai berpikir out of the box dong,” tuturnya.

Terkait hal itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Cilegon Mahmudin membantah jika Pemkot Cilegon tebang pilih dalam memberikan sanksi pegawai. Menurut dia, keputusan tersebut diambil karena adanya permohonan dari Kepala Dishub Cilegon Andi Affandi, untuk membiarkan Vn di bawah pengawasannya. “Kalau kasus di sekwan sampai ada mutasi, karena permohonan dari kepala OPD-nya. Tapi kalau di Dishub, mereka secara kelembagaan yang mau membina. Kami serahkan hal itu, yang penting dari BKPP sudah ada sanksi,” ujarnya.

Menurut Mahmudin, Andi memiliki sejumlah argumen terkait keputusan tetap mempertahankan Vn di bagian keuangan Dishub Kota Cilegon. Salah satunya untuk bisa mengawasi secara langsung bentuk pertanggungjawaban Vn terhadap kesalahan yang telah dilakukan. “Khawatir kalau dipindah yang bersangkutan tidak bertanggung jawab karena sulit diawasi. Takutnya lagi, kepala OPD lain juga keberatan kalau menerima pegawai yang punya latar belakang indisipliner,” katanya.

Mahmudin menuturkan, pihaknya bisa saja memberikan perlakuan yang sama dengan sejumlah ASN yang kedapatan melakukan dugaan tindak penyelewengan anggaran. Namun karena ada permohonan dari kepala OPD untuk melakukan pengawasan langsung, BKPP mempersilakan. “Mungkin seharusnya kami berikan perlakuan yang sama sebagai bentuk sanksi moral. Tapi kalau ada permohonan dalam rangka pengawasan agar yang bersangkutan bertanggung jawab sesuai isi perjanjian, boleh-boleh saja,” ujarnya.

Ditanya terkait dugaan tebang pilih karena Vn seorang keluarga pejabat Pemkot Cilegon, Mahmudin mengaku tidak tahu. “Wah, saya baru tahu, sumpah demi Allah. Keputusan kami secara kelembagaan, tidak tebang pilih,” ucapnya. Pada bagian lain, Kepala Dishub Kota Cilegon Andi Affandi membenarkan jika keputusan mempertahankan Vn sebagai staf di bagian Keuangan Dishub Kota Cilegon adalah bentuk pembinaan. Ini agar pihaknya bisa mengawasi penuh terkait bentuk pertanggungjawaban Vn. (AH)***


Sekilas Info

Libur Idul Fitri 1439 H, Arus Lalulintas Menuju Kawasan Wisata Anyer di Berlakukan Satu Arah

CILEGON, (KB).- Memasuki libur Idul Fitri 1439 Hijriyah, Polres Cilegon memberlakukan sistem satu arah menuju kawasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *