Manfaatkan Air Lindi, Rohidi Ukir Prestasi Bidang Pertanian

Rohadi saat memanen timun di lahannya, Jumat (31/1/2020).*

SEORANG petugas yang biasa mengoperasikan alat berat di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong Rohidi pernah mengukir prestasi sebagai juara 1 pelaku pertanian tingkat Kota Serang 2019 lalu.

Prestasi tersebut diraihnya setelah berhasil memanfaatkan air lindi, dari TPAS Cilowong sebagai pupuk pada tanamam palawija miliknya. Tahun ini, dia berkesempatan menjadi wakil Kota Serang di tingkat Provinsi Banten.

Saat ini, Rohidi yang juga menjabat Ketua RT 12 di Kampung Pasir Gadung, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan masih menekuni tanaman palawijanya yang berada pada lahan di bawah TPAS Cilowong.

“Sejak 2018 saya mengelola tanah ini, dibandingkan menanam padi penghasilannya lebih besar palawija,” katanya saat ditemui di lokasi, Jumat (31/1/2020).

Saat menanam padi, ucap dia, butuh waktu berbulan-bulan hingga panen dengan hasil tidak maksimal. Tetapi, dengan ditanami palawija berupa timun, cabai, terong, dan pare, lahan 1.150 meter persegi tersebut, bisa menghasilkan omzet hingga Rp 6 juta dalam sekali panen atau 32 hari.

“Omzet sudah Rp 6 juta atau sekitar 2,5 ton timun, karena sebagiannya saya bagi-bagi tetangga. Kalau modal paling Rp 2 juta sudah semuanya,” tuturnya.

Air lindi dari TPAS sendiri, dia gunakan sebagai pupuk dasar pada tanah atau unsur hara tanah, sehingga penggunaan pupuk organik tidak terlalu banyak dan bahkan tidak diperlukan. “Sekarang paling menggunakan pupuk MPK mutiara 5 kilogram sama KCL 2 kilogram, kalau orang-orang sampai kuintalan,” ujarnya.

Ia berharap, apa yang dilakukannya dapat diikuti oleh masyarakat di kampungnya. Selain menguntungkan, dia juga bercita-cita menjadikan daerahnya lokasi wisata pertanian.

“Makanya, saya tertarik menjadikan Pasir Gadung wisata pertanian,” katanya. (Masykur/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here