MAN 2 Kota Serang Gelar Aksi Donor Darah

M HASHEMI RAFSANJANI/"KB" Petugas Palang Merah Indonesia mengambil darah dari pendonor saat kegiatan donor darah di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Serang, Selasa (23/1/2018). Kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya Palang Merah Indonesia Kabupaten Serang untuk menambah ketersedian persediaan darah.*

SERANG, (KB).- Palang Merah Remaja (PMR) Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Serang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Serang menggelar donor darah bertajuk satu tetes darah sangat berarti. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang PMR Sekolah, Selasa (23/1/2018) dan diikuti oleh para siswa dan guru di lingkungan sekolah.

Ketua Pelaksana Donor Darah MAN 2 Kota Serang, Fashan Salsabil mengatakan, kegiatan tersebut untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan remaja, agar mau mendonorkan darahnya. Donor darah merupakan aksi kemanusiaan, karena setiap satu tetes darah yang didonorkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Donor darah mendapat sambutan baik mulai dari guru-guru dan siswa-siswi. Kegiatan selain donor darah juga bisa mengecek golongan darah. Tujuan diadakannya kegiatan donor darah untuk mengajarkan siswa-siswi untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama,” katanya. Ia menuturkan, kegiatan yang diikuti siswa kelas 11 dan 12 yang usianya di atas 17 tahun bisa mendonorkan darahnya dan diikuti sebanyak 100 siswa dan guru.

Kegiatan yang digelar tiga bulan sekali mendapatkan respons yang sangat luar biasa dari pihak sekolah. Bahkan, banyak guru maupun siswa yang berpartisipasi dalam aksi donor darah. “Pada 2018 ini kami melaksanakan yang pertama dan akan berlanjut hingga seterusnya. Untuk transfusi darah, kami bekerja sama dengan pihak sekolah dan PMI. Peserta sangat antusias dalam mengikuti donor darah. Kegiatan ini bukan yang pertama kali, karena di tahun sebelumnya kami juga telah melaksanakannya. Dengan mendonorkan darah, akan meregenerasi darah yang sudah ditransfusi dan itu sangat baik,” ujarnya.

Ia menuturkan, sebelum melakukan donor darah siswa dan para guru yang berpartisipasi melakukan tes terlebih dahulu. Jika tidak sesuai dengan kriteria tidak bisa mengikuti. “Kalau tidak memungkinkan tentu tidak akan bisa mengikuti donor darah. Hanya yang memenuhi persyaratan yang dapat melakukan donor darah dan kondisinya harus sehat dan tidak sedang sakit. Kegiatan ini setidaknya bisa membantu sesama yang membutuhkan. Untuk persediaan kantong darah di PMI, agar tidak berkurang persediaannya,” ucapnya. (DE)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here