Rabu, 24 Oktober 2018
makam syeikh maulana mansyur

Makam Syeikh Maulana Mansur di Pandeglang

Terletak di Desa Cikadeun, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, terdapat makam Syeikh Maulana Mansyur yang masih ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk berziarah. Pada momen tertentu seperti menjelang bulan Ramadan, tempat ini pasti dipadati oleh masyarakat, baik dari Banten atau daerah lainnya.

Syeikh Maulana Mansyur merupakan nama ulama yang memiliki peran dalam penyebaran Islam di Pandeglang kala itu. Meskipun ada beberapa pendapat yang berkembang tentang sosok sebenarnya Syeikh Maulana Mansyur tersebut. “Ada beberapa pendapat yang berkembang tentang siapa sebenarnya Syeikh Maulana Mansur tersebut,” kata Direktur Banten Heritage Dadan Sujana, kemarin.

Dari cerita rakyat yang berkembang, Syeikh Maulana Mansur merupakan nama lain dari Sultan Haji, putra Sultan Banten ke-6, Sultan Agung Abdul Fatah Tirtayasa. Keyakinan tersebut seiring dengan berkembangnya cerita bahwa pasca Sultan Agung Abdul Fatah berhenti dari Kesultanan Banten, pemerintahan diserahkan Sultan Maulana Mansyurudin, yang kemudian dikenal sebagai Sultan Haji.

Syeikh Maulana Mansyur merupakan tokoh agama yang sangat berperan

Setelah dua tahun berkuasa, Sultan Maulana Mansyurudin kemudian berangkat ke Bagdad Irak untuk mendirikan Negara Banten di tanah Irak, sehingga kesultanan untuk sementara diserahkan kepada putranya Pangeran Adipati Ishaq atau Sultan Abdul Fadhli. Selang beberapa waktu Pangeran Adipati Ishaq dibujuk untuk menggantikan Sultan Maulana Mansyurudin.

Ia pun terbujuk dan diangkat menjadi Sultan resmi Banten, namun disisi lain Sultan Agung Abdul Fatah tidak menyetujuinya karena beralasan Sultan Maulana Mansyurudin masih hidup, maka penggantian tahta kesultanan harus menunggu kepulangannya. Perbedaan pendapat ini kemudian menjadi buah kekacauan waktu itu. Pada suatu ketika, datanglah seorang pria yang mengaku sebagai Sultan Maulana Mansyurudin dan ia pun dipercaya oleh masyarakat Banten. Pria yang mengaku-ngaku tersebut kemudian membawa kekacauan di Banten. “Jadi ada yang mengaku-ngaku dan itu palsu,” ujarnya.

Kekacauan itu sampai ke telinga Sultan Maulana Mansyurudin yang asli. Kemudian memutuskan untuk pulang dan menghentikan kekacauan. Benar saja, kedatangannya mampu menyelesaikan kekacauan dan ia pun kembali memimpin Kesultanan Banten. Kepulangannya dimanfaatkan untuk menyebarkan agama Islam, pada suatu ketika sampai ke Cikoromoy, Pandeglang. Di sana ia bahkan menikahi seorang perempuan.

Sementara, kata Dadan, pendapat itu dibantah oleh sebagian sejarawan. Karena menurut sejarah, fakta ini tidak bisa dibenarkan. “Terlepas dari pada itu semua, Syeikh Maulana Mansyur merupakan tokoh agama yang sangat berperan dalam penyebaran Islam kala itu,” tuturnya. (Sutisna/Job)***


Sekilas Info

Menelusuri Situs Wisata Ziarah di Banten

PROVINSI Banten banyak terdapat objek wisata ziarah yang tersebar di empat kota dan kabupaten. Objek …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *