Majelis Taklim Berperan Tekan Angka “Stunting”

SERANG, (KB).- Pimpinan majelis taklim diajak tidak hanya menyampaikan tentang agama dalam setiap tausiah pengajiannya, tetapi juga diisi dengan muatan edukasi tentang stunting (bertubuh pendek).

“Kita harapkan dari ibu ustazah itu ikut menyosialisasikan upaya  pencegahan stunting itu sendiri dengan memberikan ceramah-ceramah kepada ibu-ibu pengajian,” kata Ketua PP Muslimat NU Bidang Kesehatan, Erna Yulia Soefihara, dalam mobilisasi upaya pencegahan stunting di majelis taklim muslimat yang dilaksanakan di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (25/10/2018).

Erna mengatakan, pihaknya membekali ibu-ibu ustadzah majelis taklim dengan pelatihan-pelatihan dan teori dalam buku saku tentang stunting. “Nanti dari muslimat NU itu kita akan memonitor ibu-ibu ustadzah itu ditingkatan kabupaten/kota sampai ke Wilayah Provinsi dan kita dari pusat akan menerima laporan itu,” ucapnya.

Ia menuturkan, pencegahan stunting merupakan bagian dari ajaran islam. Sehingga diharapkan muslimat NU merasa terpanggil untuk terus melakukan upaya penekanan angka stunting. “Sesuai dengan surat An-Nisa  ayat 9 bahwa kita tidak boleh meninggalkan generasi yang lemah, karena stunting generasi lemah, kalau terus gini generasi kita bakalan habis,” tuturnya.

Perwakilan dari Kemenkes, Ismoyowati mengatakan, dirinya sangat yakin dengan kemampuan muslimat NU yang biasa melakukan pengajian bersama di majelis taklim dalam menekan stunting. Selain itu, terdapat keselarasan visi antara NU dengan program Kemenkes. Maka, pihaknya berinisiasi untuk membangun kerja sama untuk pencegahan stunting.

Stunting itu ada di seluruh Indonesia, namun di tahun 2018 ini ditentukan ada 100 kabupaten/kota yang ditargetkan untuk program sosialisasi pencegahan stunting, salah satunya di Banten yang berkerja sama dengan muslimat NU,” ujarnya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here