Maja Masuk 10 Kota Baru

LEBAK, (KB).- Wilayah Kecamatan Maja Kabupaten Lebak masuk sebagai 10 kota baru yang akan dikembangkan dalam Rencana Pembangunan Nasional (RPN). Sebagai kota baru, Maja ditargetkan harus berpenduduk 1,2 juta jiwa.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, Maja masuk dalam 10 kota baru yang akan dikembangkan dalam RPN. Oleh karena itu, wilayah Maja ditargetkan harus berpenduduk sekitar 1,2 juta jiwa. Dengan potensi penduduk sebanyak itu, tentu kebutuhan akan sarana pariwisata dan hiburan menjadi suatu kebutuhan.

“Dari aspek aksesibilitas, untuk menuju Lebak saat ini semakin terbuka, dengan ditunjang adanya pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 84 kilometer. Sebagian besarnya melalui wilayah Kabupaten Lebak kurang lebih 37,9 kilometer,” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya kepada Kabar Banten, Ahad (3/2/2019).

Ia mengatakan, pemerintah daerah telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar membuat tiga interchange. Antara lain di Cibadak, Cikulur dan Cileles. Hal itu agar keberadaan tol memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat secara luas.

“Dioperasikannya sarana transportasi massal kereta commuter line Jakarta-Rangkasbitung dan rencana reaktivikasi jalur KA Rangkasbitung-Labuan-Bayah akan semakin mempermudah aksebilitas masyarakat, khususnya membuka akses ke objek wisata,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Iti, visi pembangunan bidang pariwisata sangat sejalan dengan momentum kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan pariwisata sebagai salah satu prioritas untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sendiri menyebut bahwa pariwisata sebagai penyumbang PDB, devisa, dan membuka lapangan kerja yang paling mudah dan murah.

“Pariwisata menyumbang 10 persen PDB nasional, menduduki peringkat keempat penyumbang devisa nasional sebesar 9,8 persen dan 8,4 persen,” ujar Iti.

Ia mengatakan, untuk lapangan kerja, pemerintah telah menetapkan Pesona Indonesia atau Woderful Indonesia sebagai brand. Tentunya, hal itu perlu didukung oleh pemerintah daerah, terlebih Kabupaten Lebak yang memiliki potensi tersebut. “Pembangunan kepariwisataan merupakan kekuatan Indonesia dan menjadi core business Indonesia,” ucapnya.

Seven wonders

Menurut Iti, ditinjau dari kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, pembangunan di bidang kepariwisataan menjadi prioritas. Bahkan, di antara potensi pariwisata yang ada di Lebak telah ditetapkan sebagai seven wonders pariwisata Banten oleh pemprov.

“Melalui brand Lebak Unique, kami berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pengusaha, media, akademisi dan komunitas untuk ikut serta menggalakkan pariwisata kita ke depan,” tuturnya.

Selain itu, Iti berharap sektor pariwisata menjadi arah bersama bagi semua untuk dapat menjadi lokomotif yang mampu memberikan efek daya ungkit dalam menggerakkan sektor ekonomi lainnya berbasis potensi lokal, guna mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebak. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here