Mahasiswa Tuntut Hak Korban Tsunami Selat Sunda

SERANG, (KB).- Puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana berunjuk rasa di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Kamis (28/2/2019). Mereka menuntut pemerintah segera memenuhi hak para korban bencana tsunami Selat Sunda.

Koordinator Lapangan Muhammad Jejen mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya menyatakan akan memberikan bantuan berupa perahu, kapal, jaring, pancing, mesin kapal yang rusak ataupun hilang. Namun, kenyataannya sampai saat ini belum ada bantuan secara langsung dari pemerintah.

“Ketidakpastian bantuan menjadi keresahan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana tersebut. Kemudian melalui pernyataan Menteri KKP, bantuan hanya akan diberikan secara khusus kepada perahu berkriteria 5 GT (Groos Tonnage). Sebenarnya banyak masyarakat memiliki perahu di atas kriteria tersebut, dan mereka bergantung kehidupannya terhadap perahu tersebut,” tuturnya.

Selain itu, berdasarkan informasi Direktur Jenderal Perikanan Tangkap telah menurunkan 4 unit bengkel bergerak di Kabupaten Pandeglang yang siap beroperasi untuk perbaikan mesin kapal. Namun hingga hampir 2 bulan ini masyarakat nelayan masih belum mendapat informasi yang jelas soal bantuan dari bengkel bergerak tersebut.

Tidak hanya itu hunian sementara (Huntara) yang dibuat pemerintah, kata dia, tidak berdasarkan aspirasi masyarakat.

“Belum pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat atas kondisi perekonomiannya, semakin diperburuk pula atas terjeratnya mereka atas utang kepada bank ataupun penyedia kredit. Hal ini dikeluhkan oleh masyarakat yang terdampak bencana tersebut, karena belum kembali pulihnya keadaan mereka untuk bisa bekerja secara normal kembali,” ucapnya. (Besta/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here