Senin, 17 Desember 2018
Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lustrianto Amstono (tengah) mengamankan langsung jalannya unjuk rasa mahasiswa PMII di depan Gedung DPRD Pandeglang, Rabu (28/2/2018).*

Mahasiswa Soroti Kasus P3T

PANDEGLANG, (KB).- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pandeglang berunjukrasa di Depan Gedung DPRD Pandeglang, Rabu, (28/2/2018). Mereka menyoroti kasus korupsi Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Tertinggal (P3T). Kapolres terpaksa turun ke jalan bersama anggota Sabhara karena menyaksikan unjuk rasa dengan situasi menegangkan. Demo tersebut mengangkat kasus proyek pada Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Tertinggal (P3T).

Pantauan Kabar Banten, dalam aksinya para mahasiswa sempat terjadi saling dorong dengan aparat kepolisian. Saat situasi menegangkan, Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lustrianto Amstono mencoba mereda aksi agar tidak terjadi anarkis. Dengan spontan, kapolres merangkul salah seorang koordinator aksi. Dengan upaya mediasi akhirnya aksi kembali berjalan normal.

Berselang beberapa menit, mahasiswa tersebut balik arah melanjutkan aksi di depan Tugu Jam Alun-alun Pandeglang. Di lokasi tersebut mereka sempat menggelar aksi bakar ban. Sementara itu, para mahasiswa menyuarakan aspirasi agar penyidik kejaksaan mengusut tuntas kasus P3T yang diduga melibatkan beberapa oknum anggota dewan.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, secara prinsip aparat kepolisian sama sekali tidak melarang unjuk rasa mahasiswa. Namun demikian, aparat kepolisian berkewajiban mengawal setiap aksi agar aman dan tidak mengganggu ketertiban umum. Tujuannya agar demo berjalan tertib dan tidak sampai terjadi aksi anarkis yang dapat merusak aset milik pemerintah daerah.

“Kita berkewajiban menjaga keamanan dan saya sampaikan, silakan mahasiswa unjuk rasa tetapi jangan sampai anarkis. Karena, kalau terjadi aksi anarkis apalagi mengarah perusakan sudah menyalahi aturan. Kami siap memfasilitasi mahasiswa jika ingin bertemu dengan pihak yang dituju. Namun mahasiswa tetap menolaknya dan kami mempersilakan melanjutkan aksinya,” ujar kapolres.

Ia mengatakan, dalam pengamanan aksi demo, Polres mengerahkan sebanyak 60 anggota dibagi dua pengamanan tertutup dan terbuka.
”Kami sudah memberi izin mahasiswa untuk berunjuk rasa. Saya kerahkan sebanyak 60 polisi berseragam dan berpakaian preman. Tapi kami imbau aksi jangan sampai anarkis,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa berunjuk rasa dengan membawa spanduk bertuliskan “Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi P3T, Seret Oknum DPRD”. Selain spanduk, mahasiswa juga membawa poster bertuliskan “Mulai Hari Ini Oknum Dewan Pindah Ngantor ke Kejaksaan”. Ketua PMII Cabang Pandeglang, menyesalkan sampai terjadi keterlibatan oknum dewan dalam kasus P3T. Jika ini terbukti, jelas mencerminkan preseden buruk lembaga wakil rakyat.

“Seharusnya dewan itu melaksanakan tupoksi sebagai wakil rakyat untuk membantu menyejahterakan masyarakat. Tetapi, ini malah diduga ikut-ikutan bermain proyek. Sehingga mencederai kepercayaan masyarakat,” kata Ajat. Ia berharap agar aparat kejaksaan secepatnya menindaklanjuti dan menyelesaikan kasus tersebut agar terang benderang. (IF)***


Sekilas Info

Reaktivasi Jalur Kereta Api Digarap 2019

Reaktivasi jalur kereta api mulai digarap awal 2019. Sesuai rencana, tahap awal akan dilakukan land …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *