Mahasiswa Pascasarjana PAUD Untirta Bantu Trauma Healing Korban Tsunami Selat Sunda

Mahasiswa Pascasarjana PAUD Untirta melaksanakan pengabdian masyarakat untuk membantu korban bencana tsunami di kabupaten Pandeglang, di lapangan Untirta, Selasa (8/1/2019).*

SERANG, (KB).- Mahasiswa Program Pascasarjana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), menggelar pelepasan pengabdian masyarakat di lapangan Teater Untirta, Selasa (8/1/2019).

Direktur Pascasarjana Untirta Suherman mengatakan, nantinya mahasiswa tersebut akan di tempatkan di Kecamatan Labuan. Kegiatan yang merupakan inisiatif dari mahasiswa untuk membantu anak-anak menghilangkan trauma akibat bencana tsunami Selat Sunda.

“Mereka akan membantu ratusan anak-anak yang terkena bencana tsunami dengan trauma healing. Bantuannya berupa memulihkan kesehatan mental, karena trauma baik ringan, sedang dan berat, yang ditimbulkan dari bencana alam berskala besar,” kata Suherman kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan yakni berupa permainan, belajar bersama dan lain-lain. Kegiatan tersebut berkerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang.

“Trauma healing yang tepat untuk anak usia dini melalui permainan. Misalnya menonton film, kegiatan keagamaan, membacakan buku cerita, mendongeng, menyanyi, mewarnai, menari, bermain musik, permainan outdoor. Dengan melakukan kegiatan tersebut Insya Allah mereka bisa menghilangkan trauma,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mahasiswa bisa mengimplementasikan ilmu yang sudah diperoleh diperkuliahan ke masyarakat. “Selama disana mereka akan dibimbing oleh dosen pembimbing, mereka akan mendampingi anak-anak selama beberapa hari ke depan. Untuk menghilangkan trauma mereka setelah terjadinya bencana alam,” katanya.

Ia berharap, pengabdian kepada masyarakat tersebut sebagai pengajaran Tri Darma Perguruan Tinggi. Mudah mudahan dapat memberikan manfaat dan dapat mengaplikasikan setiap ilmu yang dimiliki mahasiswa kepada masyarakat.

“Semoga anak anak bisa kembali ceria lagi, bisa bermain dan bisa belajar seperti sedia kala. Walaupun prosesnya tidak mudah, tapi dengan melakukan trauma healing bisa memulihkan mental mereka lagi,” katanya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here