Mahasiswa FT Unbaja Dibekali Sertifikasi Jasa Konstruksi

SERANG, (KB).- Fakultas Teknik (FT) Universitas Banten Jaya (Unbaja), menyelenggarakan kegiatan pembekalan dan uji sertifikasi SKA MDA Fresh Graduate Bidang Jasa Konstruksi pada Perguruan Tinggi, Senin-Rabu (4-6/3/2019).

Dekan Fakultas Teknik UNBAJA Fhebrika Sri Pangesti mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan selama 3 (tiga) hari, diikuti Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan Unbaja.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut kerjasama Fakultas Teknik Unbaja dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Banten yang kemudian diteruskan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya mengapresiasi program pemerintah terhadap percepatan sertifikasi kompetensi. Karena hal ini dapat membantu perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi lulusan terutama di Fakultas Teknik untuk Prodi Teknik Sipil yang terdiri beberapa kompetensi yaitu Skill, Knowledge dan Attitude yang harus dimiliki oleh lulusan terutama dari bidang Jasa Konstruksi, ujarnya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan setiap tahunnya sehingga salah satu visi Unbaja untuk menjadi Universitas yang bermutu dapat segera terealisasi dan memberikan value tersendiri bagi para lulusan Unbaja khususnya dari Fakultas Teknik,” ujar Febrika.

Sementara itu, Perwakilan dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta Muslim Sagita dalam sambutannya pada acara tersebut mengatakan, pembangunan infrastruktur harus didukung oleh kesiapan sumber daya manusia.

Target pembangunan infrastruktur membutuhkan jumlah tenaga kerja konstruksi dalam jumlah yang besar sehingga membutuhkan tenaga kerja konstruksi yang terlatih, terampil, profesional dan tentunya telah memiliki sertifikat.

“Dengan uji kompetensi ini, akan memberikan kesempatan yang lebih besar kepada mahasiswa dari Unbaja untuk dapat memenangkan persaingan global saat ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, tantangan pembinaan jasa konstruksi ke depan antara lain harmonisasi antara pelaku jasa konstruksi, daya saing kontraktor, mutu konstruksi, penyebarluasan informasi konstruksi, kesehatan dan keselamatan kerja serta jumlah tenaga konstruksi yang bersertifikat.

Dengan kompetisi yang semakin ketat ini diperlukan kerjasama seluruh pihak, mutlak untuk dilakukan. Oleh karena itu kerjasama antara pemerintah dan badan usaha, asosiasi, lembaga pendidikan maupun pelatihan, sekolah vokasi, Perguruan Tinggi serta Masyarakat Jasa Konstruksi lainnya sangat dibutuhkan dalam mendukung, pengembangan infrastruktur, ujarnya.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran Universitas Banten Jaya yang telah bersinergi dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Dimana Unbaja telah bersinergi untuk melakukan proses uji kompetensi sesuai dengan standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional, dan standar khusus yang nantinya diberikan sertifikat kompetensi di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten”, Ujar Muslim. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here