Mahasiswa Desak Pemkot Cilegon Tuntaskan RPJMD

Front Mahasiswa Cilegon yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam, dan Ikatan Mahasiswa Cilegon menggelar aksi demo di depan Pemkot Cilegon, Jumat (9/8/2019).*

CILEGON, (KB).- Lima kelompok mahasiswa, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) tergabung dalam Front Mahasiswa Cilegon menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Jumat (9/8/2019).

Mereka datang sekitar pukul 13.30 WIB sambil membawa spanduk. Setibanya di lokasi, beberapa aktivis mahasiswa langsung menyampaikan orasi. Aksi tersebut, berlangsung aman dengan pengawalan ketat dari aparat Polres Cilegon. Dalam aksi tersebut, mereka mengeluarkan 10 tuntutan, di antaranya pemkot harus dapat menuntaskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

Ketua PMII Kota Cilegon Edi Junaedi mengatakan, Cilegon salah satu Kota di wilayah Provini Banten yang pertumbuhan penduduknya cenderung meningkat. Berangkat dari isu strategis tersebut, dengan mengacu kepada rencana kerja pemerintah dokumen RPJMD 2016-2021 yang merupakan sebagai tindak lanjut dari RPJPD Kota Cilegon tahun 2005-2025 dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari RPJMD Banten dan RPJMN. “Tapi, hal itu hanya sebagai ilusi belaka dengan bukti fisik yang belum tercapai,” katanya.

Sementara itu, Ketua GMNI kota Cilegon Ikhsan menuturkan, untuk mencapai Cilegon yang sejahtera menanggapi dinamika tersebut, pemerintah daerah harus mampu menjamin kualitas kesejahteraan masyarakat kecil, seperti buruh, petani, dan nelayan. Hal tersebut, mengikis tingkat kemiskinan, pengangguran dengan berupaya mengurangi beban biaya hidup dan fasilitas.

Seharusnya, ujar dia, RPJMD bisa mendorong peningkatan pendapatan bagi kelompok bagi masyarakat miskin melalui peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, yakni pangan, papan, pendidikan, kesehatan, air minum, air bersih, dan pembinaan ekonomi kreatif termasuk meningkatkan peran dunia industri pemberdayaan program coorporate social responsibility (CSR). “Kami elemen mahasiswa meminta, agar Pemerintah Kota Cilegon bersih dari KKN, agar keberlangsungan masyarakat lebih sejahtera,” ucapnya.

Sebanyak 10 tuntutan disampaikan Front Mahasiswa Cilegon kepada Pemkot Cilegon, yaitu tuntaskan RPJMD Kota Cilegon 2016-2021, mendesak reformasi birokrasi sebagai wujud pemerintahan yang profesional dengan karakteristik, berintegrasi, berkinerja tinggi, bebas dan bersih dari KKN, mampu melayani publik, netral, sejahtera, berdedikasi, serta memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara.

Ketua IMC Rizky mengatakan, tuntutan lainnya, adalah pemkot harus melaksanakan program untuk kesejahteraan buruh, petani, dan nelayan. Selanjutnya, pemerataan pendidikan, setop kekerasan perempuan dan anak, dan selesaikan ketimpangan ekonomi.

“Laksanakan mitigasi bencana industri,berani perangi korupsi, kolusi, dan nepotisme, laksanakan pemerataan pembangunan daerah, serta terakhir laksanakan tata kelola pembangunan Kota yang matang dan bermanfaat,” tuturnya. Setelah menyampaikan tuntutannya, massa mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here