Mahasiswa Demo PT SMS

PANDEGLANG, (KB).- Puluhan pemuda dan mahasiswa demo di depan kantor PT Solite Maxima Sarana (SMS) Cabang Pandeglang, Senin (20/5/2019). Dalam aksinya, mereka menduga perusahaan tersebut memberikan gaji karyawan tidak sesuai dengan upah minimum kabupaten (UMK).

Koordinator aksi Arif Wahyudin mengatakan, berdasarkan data dan struk gaji para karyawan PT SMS, besaran gaji tidak sesuai dengan UMK. Padahal, jika perusahaan belum mampu untuk membayar upah minimum bisa melakukan penangguhan seperti yang diatur dalam Kepmenakertras nomor 231/MEN/2003.

Setelah itu, perusahaan wajib membayar pekerja sesuai upah minimum berdasarkan putusan mahkamah konstitusi No. 72/PUU-XIII/2015. Akan tetapi, perusahaan tersebut tidak melakukan penangguhan.

“Mengacu uraian tersebut, diduga PT SMS ada unsur kesengajaan terstruktur dan masif menjadikan tenaga kerja asal Pandeglang seperti kerja rodi di zaman penjajahan. Ini jelas melanggar hak asasi manusia dan peraturan perundang-undangan,” kata Arif.

Selain itu, Arif menduga jika perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, perkreditan, elektronik dan furnitur itu tidak melaporkan keluar masuknya karyawan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pandeglang.

Padahal, hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 7 Tahun 1981 tentang wajib lapor ketenagakerjaan di perusahaan. “Dari 112 karyawan yang masih aktif dan 25 sudah berhenti diduga tidak dilaporkan kepada Disnakertrans,” ujarnya.

Sementara itu Kuasa Hukum PT SMS, Yustika Rofiyanto tidak menampik jika perusahaan tidak membayar upah karyawan sesuai UMK. Karena selama ini perusahaan belum mampu membayar.

“Ya memang tidak sesuai UMK tapi itu hanya sebagian dan sebagian lagi sesuai UMK. Karena itu, perusahaan tidak mampu membayar, terus karena ketidaktahuan makanya tidak mengajukan penangguhan,” ucap Yustika.

Menurut dia, perusahaan sudah ada itikad baik kepada para karyawan yang dibayar tidak sesuai UMK dengan memberlakukan gaji sesuai UMK pada bulan ini dan membayar kekurangan gaji karyawan yang dulu tidak sesuai UMK.

“Perusahaan sudah mulai membayar karyawan dengan UMK dan yang dulu gajinya tidak sesuai UMK akan dibayar semua,” tuturnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here