Mahasiswa Baru Untirta Ikut KPK, Rektor Minta Mahasiswa Kritis

Ribuan mahasiswa baru saat mengikuti hari pertama kegiatan pengenalan kampus di halaman parkir Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang, Selasa (13/8/2019). Sebanyak 4.700 mahasiswa baru Untirta yang dinyatakan lulus, mengikuti masa orientasi perdana sebagai bagian dari pengenalan kampus.*

SERANG, (KB).- Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sholeh Hidayat meminta seluruh mahasiswa baru untuk kritis dan dapat memecahkan masalah. Hal tersebut terungkap dalam sambutannya pada Kegiatan Pengenalan Kampus (KPK) Untirta yang diikuti oleh 4.108 mahasiswa baru, Selasa (13/8/2019).

Rektor Untirta Sholeh Hidayat mengatakan, mahasiwa baru yang mengikuti KPK tersebut dari berbagai jalur masuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebanyak 1.154, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN sebanyak 1.542 Seleksi Masuk Mandiri Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) sebanyak 1.054 dan Ujian Masuk Mandiri (UMM) sebanyak 278 dan kedokteran 50.

“KPK merupakan masa transisi siswa menjadi mahasiswa. Sehingga mereka diharapkan menjadi mahasiswa yang kritis dan dapat memecahkan permasalahan, memiliki kreativitas dan inovasi, serta dapat kolaborasi dan kerja sama,” kata Sholeh kepada Kabar Banten.

Selain itu, ia mengatakan, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) saja. Tetapi yang lebih penting bekal mereka untuk terjun ke masyarakat, masuk ke lapangan pekerjaan, serta memiliki kemampuan berkomunikasi.

Ia menambahkan, mahasiswa yang mengikuti kegiatan kampus dapat mengasah kemampuannya, namun dapat menjadi bencana jika tidak mengatur waktu. Mahasiswa harus pandai mengatur waktu antara belajar di kelas, dengan aktivitas sebagai pengayaan dari penguasaan hard skill dan penguasaan soft skill.

“Mahasiswa harus membuat suatu perencanaan dalam melakukan kegiatan, harus menguasai hard skill dan soft skill yang didapatkan melalui ekstrakurikuler. Saya berharap mahasiswa mempunyai kemampuan manajemen supaya kita tidak tergilas oleh waktu, harus seimbang antara belajar dan kegiatan ekstrakurikuler,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untirta Suherna mengatakan, KPK merupakan masa peralihan dari siswa menjadi mahasiswa. Sehingga pihaknya ingin mengenalkan kampus dan lebih cepat untuk beradaptasi.

“Kami menginformasikan kepada mahasiswa baru mengenalkan sistem dan tata kelola perguruan tinggi, sistem kegiatan pembelajaran dan kemahasiswaan seperti kurikuler, ko kurikuler dan ekstrakurikuler. Kami juga memotivasi dan mendorong mahasiswa baru untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi,” katanya.

Sementara itu, Gubenur Banten Wahidin Halim meminta mahasiswa baru Untirta mempunyai semangat bersama untuk membangun Provinsi Banten.

“Saya ingin memberitahukan kepada mahasiswa baru tentang Provinsi Banten, ada tiga fokus dalam pembangunan di Banten yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Diharapkan mahasiswa dapat sama-sama membangun Banten dan lulusan Untirta dapat mengabdikan ilmunya,” ucap Wahidin.

Ia mengatakan, mahasiswa harus semangat dalam menimba ilmu, serta bidang yang diambil menjadi bekal kalian untuk bekerja. “Semangat saya, mudah-mudahan dapat menjadi motivasi untuk kalian dalam serius dalam menimba ilmu, serta memiliki kemauan untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here