Macet, Akibat Pembangunan Jembatan

Antrean kendaraan dari arah Pagebangan menuju Jalur protokol mencapai 1 kilometer.Banyaknya kendaraan yang melintas jalur tersebut diduga dari pengalihan jalur Jembatan Makam Balung dan Drainase Seneja yang tengah diperbaiki. Foto diambil kamis (9/11/2017).*

BANYAK jalur alternatif di Kota Cilegon yang selama ini menjadi pemecah kemacetan saat ini jembatannya tengah diperbaiki. Hal itulah yang menjadi penyebab kemacetan yang sering terjadi akhir-akhir ini. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun,perbaikan jembatan di jalur atlernatif yang tengah diperbaiki adalah jembatan makam balung dan perbaikan drainase didepan sucoffindo arah Seneja dan Ketileng.

Padahal kedua jalan tersebut merupakan jalur atlernatif dimana pengendara bisa dengan leluasa menuju kea rah Kec.Cibeber atau Cilegon. Kemudian jembatan makam balung yang berada di wilayah Kec.Citangkil juga menjadi jalur alternative bagi pengendara yang bermukim diwilayah bukit baja sejahtera (BBS) yang masuk wilayah Kec.Cilegon.

Salah satu pengendara roda 4 Mashuri (40) mengatakan, dirinya terjebak dalam antrian kendaraan selama 2 jam, dan hal itu menjadi rutinitas warga Cilegon akhir-akhir ini. “Saya bingung juga, jlaur alternative semuanya dibangun, seolah-olah diblokade semua,alhasil dari jalan Pagebangan kea rah BBS saya muter dan hamper 2 jam.Ini sangat luar biasa sekali,” ujarnya.

Menurut dia, dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, tidak semuanya jalur atlernatif harus dibangun. Ada skala priortas dan bertahap dalam melaksanakan pembanguna itu,sehingga pengendara juga tidak terganggu. “Cilegon itu mobilitasnya tinggi, apalagi pekerja seperti kami,untuk waktu dipagi hari tidak masalah,kalau sore sekitar pukul 16.00 sudah mulai kelihatan, apalagi musim hujan, mas bias lihat sendiri,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Rusli (35), pria yang berprofesi sebagai salah satu ASN dilingkungan Pemkot Cilegon ini mengaku, selalu pulang malam untuk sampai di rumah. “Tadi orang di rumah telpon, segera pulang,ada tamu dari jauh. Maksud hati secepatnya, nggak tahunya terjebak di pertigaan arah temu putih ini. Sudah jalannya sempit,tidak ada petugas yang mengatur,jadinya harus bersabar saja.Sudah 1 jam,saya disini menunggu kendaraan lain jalan,” katanya.

Ia berharap kondisi pembangunan infrastruktur tidak memakan waktu yang lama,karena kedua ruas jalan alternative itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Jalan itu memang jalur alternatif dimana orang-orang pekerja yang hendak balik ke rumah dan sangat tinggi.Contoh jalan Maulana Yusuf Citangkil,kalau lurus para pekerja tinggal di Ciwedus, BBS bisa langsung sampai.Tapi ini tidak, kami berharap pekerjaan itu tidak memakan waktu lama,” tuturnya.

Terpisah Kadis PUTR Nana Sulaksana mengatakan, percepatan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program pembangunan yang saat ini tengah dllakukan oleh Pemkot Cilegon melalui OPD yang dipimpinnya. Menurut dia, ada target-target tertentu untuk pembangunan infrastruktur tersebut dan semuanya sudah terprogram. Ada yang pertengahan November dan Desember, jadi memang kalau ada kemacetan adalah hal yang wajar. “Masih banyak jalur alternatif yang lain yang bias dipakai,asal bersabar saja,misalnya lingkar selatan,kemudian arah PCI dan jalannya sudah bagus,” ucap Nana. (Himawan Sutanto)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here