Lurah Serang Diperiksa sebagai Saksi

lurah serang ditangkap

SERANG, (KB).- Penyidik pidana khusus (pidsus) Kejari memeriksa Lurah Serang M. Faizal Hafiz, Rabu (24/5/2017). Pemeriksaan Faizal dilakukan pe­nyidik untuk melengkapi ber­kas Tb. Syarief Mulia, tersangka kasus dugaan korupsi penjualan aset Pemerintah kota (Pemkot) Serang di Persil 53 S.III, Kecamatan Ciracas seluas 8.200 meter persegi tahun 2015. “Faizal kami periksa sebagai saksi untuk tersangka Tb. Syarief. Pemeriksaan dilaku­kan penyidik pada hari Rabu kemarin,” ujar Kasi Pidsus Kejari Serang Agustinus Olav Mangontan ketika dikonfirmasi Kabar Banten, Kamis (25/5/2017).

Dia mengatakan, pemeriksaan terhadap Faizal yang juga tersangka dalam perkara ini masih seputar penjualan lahan. Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Tb. Syarief pada Senin 22 Mei 2017. Direncanakan, pada pekan depan penyidik akan me­meriksa saksi lain yang termasuk dalam berkas tersangka Faizal. “Pekan depan kami akan periksa saksi lagi yang ada di berkas Faizal. Kira-kira ada 20 saksi yang belum kami panggil. Tapi dari sekitar 20 saksi itu, kemungkinan tidak semuanya akan dipanggil karena penyidik sedang memilahnya ada kaitan tidak dengan Tb. Syarief,” katanya.

Dalam perkara itu, sebelumnya penyidik telah melengkapi berkas lurah serang tersebut. Oleh penyidik, tersangka dan barang bukti kemudian dilimpahkan ke penuntut umum pada Senin (15/4/2017). Pada pelimpahan tahap II itu, penuntut umum menahan Faizal. Ia dijebloskan ke Rutan Klas II B Serang. Penahanan 20 hari terhadap Faizal dilakukan penuntut umum karena dikhawatirkan akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan merusak barang bukti sesuai dengan Pasal 21 KUHAP.

Lurah Serang menerbitkan surat keterangan tidak sengketa

Hasil penyidikan, Faizal diduga telah mela­kukan tindak pidana dengan mengeluarkan surat kepemilikan tanah atas nama Tb. Syarief Mulia. Padahal, Tb. Syarief tidak mempunyai tanah 8.200 meter persegi di daerah Ciracas. Selain itu, Faizal menerbitkan surat keterangan tidak sengketa dan surat perubahan tanah SPPT yang dulunya tanah bengkok diubah menjadi tanah milik Tb. Syarif. Atas dasar itu, kemudian timbul akta jual beli. Karena adanya dugaan penjualan lahan Pemkot Serang oleh Tb. Syarief kepada Afrizal Munim, negara dirugikan sebesar Rp 2,3 miliar. Jumlah itu berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Banten. (H-47)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here