Lulusan Pascasarjana Uniba Diharapkan Dapat Bersaing

Program Pascasarjana Uniba menggelar seminar nasional dengan tema Sumber Daya Manusia Unggul Rancangan dan implementasi, di Aula Uniba, Rabu (12/2/2020).*

SERANG, (KB).- Program Pascasarjana Universitas Bina Bangsa (Uniba) mennggelar seminar nasional dengan tema Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Rancangan dan Implementasi, di Aula Uniba, Rabu (12/2/2020). Kegiatan tersebut diharapakan lulusan Pasacasrjana Uniba dapat berkontribusi untuk bersaing di era Industri 4.0.

Ketua Pelaksana seminar nasional Joni Prihatin mengatakan, di era revolusi industri 4.0 membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing bukan hanya bersaing di lokal, ragional, nasional tetapi bisa ke global. Sehingga dibutuhkan SDM yang memiliki soft skill dan hard skill sehingga dapat bersaing.

“Dalam seminar tersebut kami juga melakukan Nota Kesepahaman dengan beberapa instansi seperti Skill Development Center (SDC) Provinsi Banten, dan Asosiasi persepatuan Indonesia (Aprisindo), kami melakukan nota kesepahaman tersebut agar lulusan mahasiswa Pascasarjana Uniba nantinya dapat berkontribusi dan tidak menjadi pengangguran,” kata Joni kepada Kabar Banten.

Ia berharap, ke depan pihaknya tidak mau seperti yang sudah sudah, seminar itu diikuti tidak mahasiswa, terutama dosen dan tenaga pendidik. Pihaknya berharap seminar tersebut semua bisa mengikuti mendapat gagasan-gagasan, roadmap mau dibawa kemana SDM sesuai dengan tema.

“SDM yang unggul, kami punya rancangan roadmap, yang bisa kita implentasikan dan diskusikan di forum akademis, perumusan dari hasil seminar tersebut bisa dijadikan bahan diskusi, yang hadir juga dari Badan Perencanaan Pembangunana Daerah (Bappeda) membahas perencangan pembangunan di daerah, kemudian ada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dari hasil seminar tersebut diharapkan dapat diimpelementasikan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Uniba Furtasan Ali Yusuf mengatakan, menyiapakan SDM unggul yang disesuaikan dengan dunia kerja dan industri. Impelementasinya harus benar-benar diukur bidang apa saja yang dibutuhkan di Banten, semua harus tersertifikasi kalau tidak kemampuan tidak teruji.

“Diharapkan dengan dihadirkannya berbagai instansi untuk berkolaborasi dari berbagai unsur yang mempunyai kebijakan, seperti Bappeda dinas yang mempunyai perencangan pembangunan sehingga dapat disambung dengan dunia usaha, maka kami berusaha mencipatakan kewirausahan makanya harus dibekali tidak hanya untuk bekerja tetapi dibekali untuk berwirausaha,” katanya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here