Senin, 19 Februari 2018

LPTQ Uji Hafalan Santri Irhamna

SERANG, (KB).- Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten mengunjungi Pondok Pesantren Tahfidz Irhamna Bil Quran di Kampung/Desa Pari Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang, Kamis (2/11/2017). Kedatangan rombongan pengurus LPTQ tersebut dalam rangka mengenal terhadap metode Irhamna Bil Quran yang diterapkan pesantren tahfidz tersebut.

Rombongan LPTQ Banten dipimpin Ketua Harian Prof Dr Syibli Syarjaya, didampingi Uesul Qorni (Kepala Seksi Pengembangan Seni Budaya Islam, Musabaqah Alquran dan Hadits), Dindin Herdiansyah (Kasubag Kesos Bagian Kesra Setda Pandeglang). Kedatangan rombongan LPTQ Banten disambut langsung Pengasuh Pesantren Tahfidz Irhamna Bil Quran Kiai Ahmad Taftajani, penemu metode irhamna Ustazah Fitriyani Nur Fitroh, dan para ustadz dan santri.

Dalam kunjungan tersebut, Syibli melakukan dialog dalam rangka mendalami terhadap metode irhamna yang diterapkan di pesantren tersebut. “Kedatangan kami kemari (Pesantren Irhamna) ingin langsung mengetahui metode irhamna. Ini dalam rangka pengembangan metode hafalan Alquran,” kata Syibli.

Kiai Taftajani mengatakan, kelebihan metode irhamna yakni pada kekuatan lamanya hafalan. Menurut dia, jika hafalan dengan metode konvensional hanya kuat hafalannya dalam satu pekan, dengan metode irhamna kekuatan hafalan bisa mencapai satu bulan. Selain itu, tutur dia, santri bisa menghafal secara acak ayat, baik dalam satu halaman maupun dengan halaman berbeda.

Taftajani mengatakan, metoda irhamna di pesantrennya murni hasil penemuan istrinya yang juga seorang hafidzah, Fitriyani Nur Fitroh.  Dalam penuturannya, Fitriyani mengatakan metode irhamna didasari pemikiran bagaimana santri dalam mengulang hafalan tidak mersa berat, sulit, tetapi justru mudah dan menyenangkan. “Kalau santri sudah merasa mudah dan senang, kan mudah untuk cepat menghafalnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Syibli dan rombongan langsung diberi kesempatan oleh Kiai Taftajani untuk menguji hafalan sejumlah santri, baik hafalan biasa, diacak, dan menyebutkan jumlah ayat dalam halaman tertentu yang dibacanya. Sejumlah santri yang diuji membacaya dengan lancar. Sesuai melakukan uji singkat hafalan Alquran, rombongan LPTQ Banten diberi kesempatan untuk memberikan pengarahan dan motivasi kepada seluruh santri Pesantren Irhamna Bil Quran.

Dalam pengarahannya, Syibli mengatakan, santri harus bersyukur karena masih dalam usia emas. “Sekarang kan ibarat usia emas, maka pergunakan waktu sebaik mungkin untuk belajar. Apalagi belajar Alquran. Jangan pernah ragu, karena dengan membaca, mmepelajari, menghafal, maka banyak kesempatan emas yang akan diraih. Saya telah merasakannya, dengan Alquran, bisa melanglang buana ke luar negeri,” katanya. Dalam sesi dialog santri banyak menanyakan tentang peluang mereka untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Syibli mengatakan, santri tak perlu khawatir, dengan menjadi hafidz hafidzah, peluang untuk mendapat beasiswa sangat terbuka. (Maksuni Husen)***


Sekilas Info

”Madrasah Hebat Bermartabat”, Madrasah Usung Slogan Baru

SERANG, (KB).- Pada 2018 madrasah mempunyai slogan baru. Selama ini penyemangat madrasah dikenal luas, adalah madrasah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *