Longsor TPAS Cilowong Diusut

SERANG, (KB).- Kepolisian Resor (Polres) Serang Kota akan menyelidiki peristiwa longsor di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Polisi akan mencari adanya potensi pidana yang mengakibatkan tewasnya dua orang warga sekitar dalam kejadian Selasa (1/1/2019) tersebut.

Menurut Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi, peristiwa longsornya TPAS Cilowong saat ini masih dalam tahap penyelidikan polisi. Itu dilakukan untuk mencari penyebab apakah insiden tersebut merupakan kelalaian yang bisa memenuhi unsur pidana.

“Iya betul, akan kami selidiki. Soalnya kan ada korban jiwa saat peristiwa itu terjadi. Sebentar lagi lidiknya akan kami selesaikan,” kata Kapolres saat dikonfirmasi wartawan di Mapolres Serang Kota, Jumat (25/1/2019).

Kapolres mengatakan, hingga kini pihaknya baru meminta keterangan dari sejumlah saksi-saksi di lapangan. Jika perkara tersebut naik ke tahap penyidikan, kata dia, tidak menutup kemungkinan petugas akan memanggil sejumlah instansi yang diduga bertanggung jawab atas terjadinya insiden itu.

“Sementara baru itu dulu (pemanggilan saksi-saksi). Yang lainnya masih kami kaji, tunggu saja,” ujar perwira yang pernah menjabat sebagai Kapolres Ngada, Kupang, Nusa Tenggara Timur tersebut.

Diketahui, insiden longsornya TPAS Cilowong diduga akibat hujan yang terus mengguyur lokasi pembuangan sampah terbesar di Kota Serang ini. Saat itu, dua orang warga sekitar dinyatakan hilang pasca insiden tersebut. Dua korban ibu-ibu yang belakangan diketahui identitasnya itu bernama Jemah (45) dan Ida (42), warga Kampung Cikoak, Lingkungan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Saat kejadian, keduanya sempat terlihat oleh warga sekitar sedang menggembala kambing sekaligus mengumpulkan barang bekas. Namun setelah disisir oleh petugas gabungan, kedua korban tidak kunjung ditemukan. Meskipun proses evakuasi selama sepekan atau hingga berakhirnya tahapan pencarian pada Senin (14/1/2019), jasad kedua warga tersebut tak pernah terlihat oleh tim evakuasi. (Rifat Alhamidi/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here