Senin, 10 Desember 2018

Longsor Perimeter Selatan, PT Waskita Karya Sebut Akibat Pergeseran Tanah

TANGERANG, (KB).- PT Waskita Karya, selaku kontraktor dari Jalan Perimeter Selatan Bandara, Tangerang membantah disebut lamban melakukan penanganan longsor underpass jalan tersebut. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Humas PT Waskita Karya, Daud Harahap, Rabu (14/2/2018).

“Kami masih menunggu hasil penyidikan polisi, jadi nggak bisa, kalau kita lewati garis polisi, kan kena pasal lagi kita,” ungkap Daud. Dia mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait longsornya underpass perimeter Bandara Soetta pada 5 Februari lalu. Diperkirakan hasil penyelidikan akan diumumkan pekan depan. “Satu minggu lagi kira-kira,” jelasnya.

Sedangkan untuk penyidikan dari Waskita sendiri, Ia menjelaskan terjadinya tanah longsor disebabkan oleh tanah yang bergerak di sekitar underpass. Menurutnya, struktur tanah di area tersebut bisa jadi penyebab utama terjadinya longsor. “Mata air di sekitar underpass menjadi bagian yang mungkin menambah percepatan pergerakan tanah, pergerakan air di sekitar underpass sudah diantisipasi dengan adanya pompa air. Di sisi utara ada pompa air,” tuturnya.

Saat ini, ungkap dia, Waskita hanya bisa menutup longsoran tanah dengan terpal berwarna biru. Sembari menunggu izin kepolisian, Waskita juga menyiapkan beberapa alat berat di lokasi untuk menyiagakan tanah yang kemungkinan akan terus longsor.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia mewaspadai dampak dari longsor tanah di dinding terowongan Jalan Perimeter Selatan yang mengancam jalur rel kereta bandara. “Kami sudah melakukan sejumlah langkah preventif untuk mengantisipasi,” ujar Vice President Public Relation PT KAI, Agus Komarudin.

Langkah yang telah dilakukan KAI, kata Agus, adalah memasang gongsol atau rel tambahan di sisi rel jalur kereta diatas underpas yang dindingnya longsor. “Rel tambahan ini dipasang di sisi rel kereta yang berfungsi sebagai penahan getaran, pembagi beban agar beban tidak di satu titik saja, baru KAI pasang,” kata Agus.

Langkah pengamanan lainnya adalah mendirikan posko di lokasi longsor untuk memantau pergerakan dan perubahan tanah atau yang berhubungan dengan jalur kereta. “Jika ditemukan indikasi penurunan tanah kami akan melakukan tindakan, diantaranya menghentikan operasi kereta,” tutur Agus. PT KAI, kata dia, telah mengintensifkan koordinasi dengan PT Waskita Karya selaku kontraktor yang mengerjakan proyek terowongan dan jalur kereta Bandara itu. (DA)***


Sekilas Info

Bupati Tangerang Datangi Dua SDN Hasil Tukar Guling

TANGERANG, (KB).- Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mendatangi hasil pembangunan sekolah hasil tukar guling (ruilslag) dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *