Longmarch dari Rangkasbitung-Serang, Kumala Tuntut Ketegasan Pemerintah

Sejumlah Aktivis Kumala saat aksi jalan kaki dari Rangkasbitung menuju KP3 B Serang, untuk menuntut ketegasan pemerintah terkait truk pasir basah, Kamis (5/4/2018).*

LEBAK, (KB).- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Rangkasbitung, rela panas-panasan dan melakukan
aksi jalan kaki sejauh puluhan kilometer dari Kabupaten Lebak hingga ke KP3B di Serang.

Aksi jalan kaki atau longmarch ini dilakukan atas dasar ketidakpuasan mahasiswa kepada pemerintah yang dinilai mandul menangani truk pengangkut pasir basah serta tingkah laku dari oknum pengusaha galian pasir yang tetap nekat menjual pasir dalam keadaan basah, sehingga menyebabkan curahan air dalam truk pengangkut pasir dapat merusak jalan raya yang di lintasinya.

”Aksi longmarch kami dari Lebak ke Serang dilatarbelakangi dengan ketidakpuasan kami terhadap sikap pemerintah yang seakan-akan masa bodoh dengan keberadaan truk-truk pengangkut pasir yang membawa angkutan melebihi kapasitas serta dalam kondisi basah,” kata Korlap aksi, Aceng Hakiki ketika diwawancara wartawan menjelang dimulainya aksi longmarch, Kamis (5/4/2018).

Menurutnya, aksi longmarch tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi mogok makan yang dilakukan sejumlah aktivis Kumala di sekitar Pemkab Lebak beberapa bulan lalu. ”Tuntutan kami masih sama seperti yang dulu, yaitu agar pemerintah tegas menindak truk pengangkut pasir yang over tonase di Kabupaten Lebak, serta melakukan pengecekan secara berkala untuk meminimalisasi intensitas truk pengangkut pasir basah,” ujarnya.

Selain itu, kata Aceng, pemerintah juga harus berani menindak tegas atau menutup galian pasir yang tidak mengindahkan aturan, menertibkan bongkar muat pasir di bahu jalan. ”Kami meminta penertiban, pengotrolan selama operasi pertambangan berlangsung. Dan reklamasi harus segera dilakukan pasca penambangan berakhir,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kumala Perwakilan Rangkasbitung Maman Maulani mengatakan, jika aksi yang dilakukan kali ini merupakan buntut dari aksi mogok makan yang dilakukan di depan Gedung Setda Lebak beberapa bulan lalu. Ia akan terus melakukan aksi-aksi yang lebih ekstrem lagi jika tuntutannya tidak direalisasi pemerintah. ”Kami akan terus melakukan aksi yang lebih ekstrem lagi, sampai tuntutan kami direalisasikan oleh pemerintah,” kata Maman. (Lugay/TS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here