Lomba Takbir dan Ngadulag Meriahkan Malam Takbir di Pendopo Bupati Serang

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten Serang akan kembali mengadakan lomba takbir dan ngadulag atau menabuh bedug pada malam takbir di halaman pendopo bupati Serang, Selasa (4/6/2019) malam. Kegiatan rutin ini dilakukan untuk memeriahkan malam takbir menyambut hari kemenangan atau Idul Fitri 1440 Hijriah.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Beni Kusnandar mengatakan, Kabupaten Serang sejak awal berdirinya Povinsi Banten sudah rutin melaksanakan kegiatan lomba takbir dan ngadulag.

Kegiatan ini biasa diikuti oleh perwakilan dari 29 kecamatan. Peserta yang ikut bisa lelaki, wanita atau pun campuran. “Pentakbir bisa wanita dan penabuh bedug laki laki, atau sebaliknya juga bisa,” ujarnya kepada Kabar Banten, Selasa (4/6/2019).

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk merayakan hari kemenangan atau menyambut idul Fitri dan meningkatkan silaturahmi antar umat Islam. “Semarak takbir ini kami berharap jadi momentum si’ar Islam bagaimana Islam yang rahmatan lil alamin menjaga silaturahmi dan nilai keislaman,” katanya.

Beni mengatakan, lomba ini berbentuk tim yang terdiri dari 12 orang peserta. Dalam hal penampilan mereka diberikan kebebasan untuk berkreasi. “Artinya tidak monoton tabuh bedugnya, bisa pakai gerakan seperti rampak bedug atau pakai perkusi untuk tambah musikalitas takbiran agar enak dilihat,” tuturnya.

Menurut dia kreativitas ini akan menjadi salah satu bentuk penilaian. Disamping memang takbir yang disampaikan peserta. “Ini di laksanakan tanggal 4 Juni malam takbir persis, tepatnya di pendopo,” ucapnya.

Ia mengatakan, kegiatan semarak ramadan ini hanya Kabupaten Serang yang rutin melaksanakan. “Kalau dulu pas masih gabung Kota Serang juga dilakukan tapi di alun alun. Sekarang seperti tahun kemarin hanya Kabupaten Serang yang melaksanakan,” tuturnya.

Para peserta tersebut akan memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan dan piala. “Hadiahnya uang pembinaan untuk peserta juara pertama nilainya Rp 4 juta dipotong pajak. Juaranya mulai dari 1, 2, 3, harapan 1, harapan 2 dan harapan 3. Juri ada tiga orang, dari forum ponpes, dari IAIN atau akademisi berbasis islam, dan dari panitia satu (disdikbud),” katanya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here