Lolos ke PON Papua 2020, Futsal Banten Dituntut Bawa Emas

Ketua Asprov PSSI Banten Fahmi Hakim (ketiga dari kanan) memberikan bonus kepada kapten tim futsal Pra-PON Banten, disaksikan oleh Ketua AFP Banten Edy Irianto (keempat dari kanan) dan Ketua KONI Kota Serang (keempat dari kiri).*

SERANG, (KB).- Pascamemastikan tiket Pekan Olah raga Nasional (PON) 2020 Papua, tim futsal Banten ditarget untuk membawa medali emas dari Bumi Cendrawasih. Hal itu disampaikan oleh Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten Fahmi Hakim, saat menerima skuat futsal Banten yang baru saja berlaga di babak prakualifikasi.

Fahmi mengaku, cabang olah raga (cabor) futsal adalah satu-satunya harapan Asprov PSSI Banten, untuk mengukir prestasi di PON Papua. Usai tim Pra-PON sepak bola putra dan putri tak dapat lolos.

“Nah, harapan kami dari futsal. Oleh karena itu, akan kita maksimalkan persiapannya, pokoknya harus dapat medali emas karena membawa nama besar Banten,” katanya.

Fahmi berharap kepada Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Banten untuk segera membuat perencanaan dengan detail dan matang.

“Saya minta program jelas selama sembilan bulan ke depan bagaimana, lalu terkait anggaran apapun yang dibutuhkan dan apa saja yang diperlukan dicatat, guna mempersiapkan lebih maksimal menuju Papua,” ucapnya.

Pada kesempatan yang ada, lanjut Fahmi, dirinya tak lupa memberikan bonus yang tak bisa disebutkan nominalnya.

“Ada sedikit support dari saya untuk pengganti lelah dan keringat mereka semua di Sumedang, Jawa Barat, beberapa hari yang lalu. Pesan saya, terus lah giat berlatih dan jangan jadikan kemenangan kemarin uforia yang berlebihan. Segera fokus untuk tujuan utama di PON 2020 Papua,” ujarnya.

Sementara, Ketua AFP Banten Edy Irianto memberikan janji dalam persiapan pemain lebih baik lagi dan berusaha mewujudkan medali emas PON yang diinginkan Asprov PSSI Banten.

“Kami masih punya waktu persiapan sembilan bulan, jadi akan coba dioptimalkan sebaik-baiknya,” katanya.

Disinggung soal pemain profesional, Edy menyampaikan, tidak terlalu membutuhkannya.

“Memang di Pra-PON kemarin kami tak memiliki satu pemain pro di dalam line up. Namun, setelah melihat banyak daerah yang menggunakan penggawa pro namun bertumbangan, menandakan tak ada jaminan bisa sukses. Yang penting bagaimana mempersiapkan diri lebih awal jadi kunci kesuksesan dan keberhasilan,” tuturnya. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here