Lokasi Masjid Agung Kota Serang Belum Diputuskan

SERANG, (KB).- Pemkot Serang hingga kini belum memutuskan lokasi pembangunan Masjid Agung Kota Serang yang sempat dilakukan peletakan batu pertama di Alun-alun Barat. Hal tersebut, karena pemkot akan kembali melakukan studi kelayakan (feasilibity study) untuk menentukan lokasi yang tepat membangun masjid tersebut.

“Iya nanti, kami kan harus buat FS terlebih dahulu. Jadi, masih belum ada keputusan lokasinya yang tepatnya di mana. Nanti tunggu kajiannya ya,” kata Wali Kota Serang Syafrudin, seusai rapat paripurna beragendakan Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Senin (20/5/2019).

Ia menuturkan, sesuai RPJMD tahun 2019-2023 pembangunan Masjid Agung Kota Serang menjadi program prioritas.

“Jadi, nanti kami akan melakukan kajian kembali, di mana cocoknya untuk dilakukan pembangunan,” ujar mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang tersebut.

Sebelumnya, dia mengatakan, pembangunan Masjid Agung Kota Serang akan dilakukan di Masjid Ats-Tsauroh Kota Serang dengan merenovasinya. Hal tersebut berdasarkan hasil diskusi bersama tokoh masyarakat dan lembaga terkait.

“Dan alternatifnya kami akan melanjutkan pembangunan masjid itu di Masjid Ats-Tsauroh yang nantinya akan kami renovasi. Kemudian, Islamic Center juga mungkin akan kami pindahkan. Jadi, di depan Masjid Ats-Tsauroh itu akan dijadikan lapangan terbuka,” ucapnya.

Ketua DPRD Kota Serang Namin mengatakan, terkait pembangunan Masjid Agung Kota Serang, pihaknya masih menunggu kajian untuk mengetahui seperti apa pembangunannya seperti apa dan di mana lokasinya.

“Masih menunggu kajian, kan harus disesuaikan juga. Jadi, kami masih menunggu saja dulu, di mana pembangunannya,” tuturnya.

Menurut dia, Pemkot Serang saat ini memiliki dua pilihan lokasi pembangunan. “Kami masih menunggu kajiannya, apakah nanti akan disatukan dengan Masjid At-Tsauroh yang ada atas aset-aset atau mau membangun masjid yang baru, kami tunggu saja,” katanya.

Ia menuturkan, apabila ingin menjadikan Masjid At-Tsauroh sebagai Masjid Agung, pemkot harus mengalihkan status aset yang dimiliki sebuah yayasan tersebut. “Kalau opsi yang buat baru, kami belum dengar usulannya di mana tempatnya,” ujarnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here