Rabu, 21 November 2018

Limbah Palet Memberdayakan Masyarakat

SUARA mesin pemotong kayu terdengar menderu-deru di ruangan seluas sekitar 300 m2. Nampak sejumlah pekerja sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Sebagian besar mereka warga sekitar. Ada yang sedang mengukur dan memotong palet kayu bekas, kemudin diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Kegiatan tersebut, merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan salah satu organisasi pelestarian lingkungan, yakni Rekonvasi Bhumi. Salah satu pengurus Rekonvasi Bhumi, Erick Islami kepada Kabar Banten, Kamis (16/11/2017) menyatakan, belasan warga dilatih memilih limbah kayu palet untuk membuat pola dan membentuk seperti lemari, kursi atau meja.

“Kami mencoba melakukan pemberdayaan dan membekali kepada warga sekitar yang benar-benar menganggur untuk membuat palet. Bagaimana mendaur ulang palet menjadi sebuah produk yang bisa dijualbelikan,” katanya.

Ia menuturkan, para pemuda tersebut, diberi pengetahun terlebih dahulu, setelah mampu mereka bisa membangun usahanya sendir dan pelatihan tersebut merupakan kerja sama antara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rekonvasi Bhumi bekerjasama dengan PT DOW Indonesia/ PT Rohm and Haas dengan lokasi kegiatan di Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon.

Pelatihan dilakukan selama 90 hari. Namun, kegiatan yang dilakukan pihaknya baru seminggu. Ia berharap, dengan adanya pelatihan tersebut dan mereka yang sudah dikatakan bisa berkarya, kami dorong untuk membuka usaha sendiri.

Menurut dia, dalam kegiatan tersebut, Rekonvasi Bhumi mendatangkan langsung ahli untuk menjadi pelatih serta pelaksanaan beberapa tahapan pelatihan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan pemanfaatan limbah palet, di antaranya pengenalan program, pengenalan bahan limbah palet, pengenalan mesin, pengenalan job analysis, serta pembuatan produk.

Pengenalan program merupakan penjelasan dari maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan kepada peserta, agar peserta memiliki pemahaman dan serius mengikuti kegiatan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan, untuk selanjutnya dapat menjadi landasan peserta dalam upaya peningkatan ekonominya. “Dalam sehari kami mampu membuat karya sekitar 10-15 unit, kalau untuk lemari sekitar 10 unit. Bergantung produk yang akan dihasilkan untuk jumlah yang dibuat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ujang Iing memberikan apresiasi kepada organisasi lingkungan Rekonvasi Bhumi yang telah memberdayakan warga sekitar untuk dapat mendapatkan keterampilan dan pelatihan dari limbah palet. “Kami memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Rekonvasi Bhumi atas program keterampilan dan pemberdayaan masyarakat melalui daur ulang limbah kayu palet,” ucapnya.

Ternyata, tutur dia, kegiatan tersebut sungguh luar biasa. Pihaknya berharap, selama pelatihan dapat menghasilkan perajin limbah kayu bekas yang dijadikan menjadi sebuah produk yang berkualitas.
Saat ini, kata dia, banyak limbah kayu palet yang kadang tidak dapat dimanfaatkan atau dibuang begitu saja di pinggir-pinggir jalan.

Namun, dengan pelatihan seperti ini, dia yakin akan ada pemanfaatan limbah lain selain kayu palet dan mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). “Kalau sudah ada pemanfaatan begini, saya yakin limbah-limbah lain yang tidak berbahaya bisa dimanfaatkan dan sektor UKM juga akan meningkat,” ujarnya. (Himawan Sutanto)***


Sekilas Info

Pemkot Cilegon Siap Realisasikan Tunjangan Penghasilan Pegawai

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon siap merealisasikan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) berdasarkan kelas jabatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *